- Artis Bunga Citra Lestari memilih fokus mempertahankan kesehatan kulit di usia 40-an tanpa berniat mengubah wajahnya.
- BCL sempat khawatir terhadap prosedur injeksi, tetapi merasa yakin setelah berkonsultasi dengan dokter dan mencoba produk Vitaran.
- Dr. Tan Yuanita menyatakan bahwa pemilihan bahan aktif berbasis Polynucleotide harus disesuaikan dengan protokol dan kondisi pasien di Jakarta.
Hal tersebut menjadi pembahasan Dr. Tan Yuanita, AIFO-K, dari Dermapro Klinik, dalam sesi “Beyond PN: Mastering Protocol, Technique and Combination Therapy with Vitaran” di Vitaran Aesthetic Summit 3.0, Jakarta.
Menurut Dr. Tan, kondisi setiap pasien berbeda sehingga pemilihan perawatan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama.
“Dalam praktik estetika, pemilihan bahan aktif saja tidak cukup. Dokter juga perlu memahami protokol, teknik aplikasi, dan bagaimana suatu treatment dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan pasien,” ujar Dr. Tan.
Karena itu, evaluasi terhadap kondisi kulit menjadi bagian penting sebelum menentukan perawatan. Begitu pula dengan combination therapy yang membutuhkan pertimbangan mengenai indikasi, keamanan, kondisi kulit, serta tujuan yang ingin dicapai.
Prinsip tersebut pada akhirnya kembali pada cara BCL memandang perubahan dirinya di usia 40-an. Ia tidak ingin menjadikan perawatan sebagai cara untuk melawan usia, melainkan sebagai bagian dari upaya merawat diri di setiap fase kehidupan.
“Kalau sekarang umurnya 40-an, aku ingin jadi the best version of me in my forties. Jadi enggak berusaha untuk kelihatan jauh lebih muda, tapi bagaimana cara aku maintain, aku punya kulit yang sehat dan bagus di usia ini,” ungkapnya.
BCL percaya, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti merawat diri. Justru, perawatan dilakukan agar seseorang bisa tetap merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
“Enggak apa-apa kita aging gracefully. Tapi bukan berarti tidak merawat. Jadi kita menjadi yang terbaik, bukan berarti kita enggak peduli sama penampilan, tapi bagaimana caranya aging gracefully,” pungkas BCL.