Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Vania Rossa

Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:26 WIB
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
Bali Waste Cycle (BWC) mengolah sampah. (dok. BWC)
baca 10 detik
  • Pendiri Bali Waste Cycle, Olivia Padang, menyatakan sistem pengelolaan sampah di Bali belum terhubung dengan baik antarbagian.
  • Sektor pariwisata menyumbang 41 persen sampah di Bali dan harus bertanggung jawab hingga tahap penggunaan produk daur ulang.
  • Bali Waste Cycle berpartisipasi dalam program PepsiCo untuk mengeksplorasi pasar dan memperkuat konsistensi pengolahan material sampah.

Jika sampah tercampur kembali selama pengangkutan atau fasilitas pengolahan tidak mampu menampungnya, proses daur ulang tetap berisiko terputus.

Di sisi lain, bisnis pariwisata juga berpotensi menjadi pengguna produk daur ulang. Hotel dan restoran dapat membantu menciptakan permintaan terhadap produk berbahan material pulihan, sehingga proses pengolahan memiliki tujuan akhir yang jelas.

Bali Waste Cycle (BWC) mengolah sampah. (dok. BWC)
Bali Waste Cycle (BWC) mengolah sampah. (dok. BWC)

Dari Memilah Sampah hingga Menciptakan Pasar

BWC mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengolah sejumlah jenis kemasan fleksibel menjadi papan daur ulang. Material ini dapat digunakan untuk membuat papan petunjuk arah, furnitur, tempat sampah, dan produk non-kontak makanan lainnya.

Namun, Olivia menekankan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kemampuan teknis mengubah sampah menjadi produk.

“Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa banyak dari material tersebut yang benar-benar terus mengalir di dalam sistem dan kembali menjadi nilai guna yang produktif,” ujarnya.

Melalui PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition 2026, BWC turut mengeksplorasi peluang pasar, kelayakan bisnis, dan potensi penggunaan produk hasil daur ulang. Tujuannya adalah memahami bagaimana pengolahan material dapat berjalan secara konsisten, bukan hanya menghasilkan produk dalam skala terbatas.

Olivia juga menyoroti peran pekerja pengumpul dan pemilah sampah yang menentukan kualitas material sebelum masuk ke fasilitas pengolahan. Menurutnya, perbaikan sistem harus mencakup kondisi kerja, keterampilan, dan kesejahteraan mereka.

Ia menilai Bali tidak kekurangan inisiatif pengelolaan sampah. Tantangan terbesarnya adalah menghubungkan pemilahan dari sumber, pengangkutan, kapasitas pengolahan, dukungan produsen, dan pasar produk daur ulang.

baca juga

Dengan sistem yang terhubung, upaya pengurangan sampah tidak hanya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi dapat membantu memastikan material yang dikumpulkan benar-benar dimanfaatkan kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Menikmati Nusa Penida Lebih Santai, Menginap di Vila dengan Pemandangan Laut dan Gunung Agung

Menikmati Nusa Penida Lebih Santai, Menginap di Vila dengan Pemandangan Laut dan Gunung Agung

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Urgensi Tata Kelola Energi: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM yang Lumpuhkan Bali

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Beda Konten, Beda Alat! Rekomendasi Phone Holder dan Tripod Auto Face Tracking

Beda Konten, Beda Alat! Rekomendasi Phone Holder dan Tripod Auto Face Tracking

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Danantara Aji Mumpung, Aktif Serok Saham di Kala Pasar Modal RI Ambruk

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati

Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati

Sulsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober

Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:22 WIB

4 Acne Spot Sulfur Solusi Buat Jerawat Auto Cepat Kering dan Kontrol Minyak

4 Acne Spot Sulfur Solusi Buat Jerawat Auto Cepat Kering dan Kontrol Minyak

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Cerita Lokal Punya Nilai Ekonomi, Media Diajak Berani Mengembangkan IP

Cerita Lokal Punya Nilai Ekonomi, Media Diajak Berani Mengembangkan IP

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:19 WIB

×