-
Thomas Markle memiliki rekam jejak mentereng di dunia pertelevisian Hollywood.
-
Ayah Meghan Markle pernah meraih berbagai penghargaan bergengsi Emmy Awards.
-
Kini Thomas Markle terseret kasus hukum serius di Filipina.
Suara.com - Ayah Meghan Markle, Thomas Markle Sr. kembali menjadi perbincangan internasional, setelah terseret kasus pornografi anak di Filipina.
Kasus ayah Meghan Markle ini kian menyita perhatian publik lantaran laporan hukum tersebut dilayangkan langsung oleh anak kandungnya sendiri, Thomas Markle Jr. (60).
Dugaan skandal ini jugaa menambah panjang drama kontroversi yang melingkupi masa senja pria berusia 82 tahun tersebut.
Namun, jauh sebelum hubungan rumit keluarganya menjadi santapan empuk media gosip dunia, Thomas Markle sejatinya memiliki rekam jejak profesional yang sangat mentereng di industri hiburan Amerika Serikat.
Ayah Meghan Markle ini dikenal luas sebagai sutradara pencahayaan (lighting director) televisi kawakan yang sukses memboyong sejumlah penghargaan bergengsi.

Lahir di Pennsylvania dan Memiliki Garis Keturunan Bangsawan Jauh
Thomas Wayne Markle Sr. lahir pada 18 Juli 1944 dan menghabiskan masa kecilnya di Newport, Pennsylvania. Ia merupakan putra dari pasangan Doris May Rita dan Gordon Arnold Markle.
Dilihat dari garis keturunannya, sang ayah memiliki darah keturunan etnis Jerman abad ke-18 dari Lampertsloch, kawasan Alsatian yang kini menjadi bagian dari Prancis, sementara keluarga ibunya berakar dari New Hampshire.
Menariknya, catatan silsilah keluarga mencatat bahwa Thomas masih memiliki keterikatan darah dengan figur-figur terkemuka masa lampau.
Di antara leluhur jauhnya, tercatat nama Sir Philip Wentworth dan Mary Clifford, yang bermuara pada garis keturunan Raja Inggris, Edward III.
Moncer di Hollywood: Garap Serial Populer hingga Olimpiade
Kiprah profesional Thomas di dunia pertelevisian bermula sejak era 1970-an saat ia bekerja sebagai direktur pencahayaan untuk stasiun televisi WTTW-TV Channel 11 di Chicago.
Kepiawaiannya menata visual di balik layar perlahan membawanya ke proyek-proyek pertelevisian papan atas Hollywood.
Thomas tercatat memegang peran kunci dalam pengarahan pencahayaan untuk serial opera sabun legendaris General Hospital serta sitkom populer Amerika Serikat, Married... with Children.
Tak cuma serial televisi fiksi, reputasi Thomas Markle juga diakui dalam penanganan acara-acara berskala global.
Salah satu portofolio terbesarnya adalah dipercaya mengawasi penataan tata cahaya untuk perhelatan akbar Olimpiade Musim Panas 1984 di Los Angeles.
Kolektor Trofi dan Nominasi Bergengsi Emmy Awards
Kerja keras dan keahlian teknis Thomas diakui secara luas oleh asosiasi pertelevisian Amerika Serikat lewat rentetan piala Emmy:
- Emmy Awards Chicago/Midwest (1975): Thomas meraih penghargaan kategori Outstanding Achievement in Individual Excellence: Non-Performer atas tata cahaya apiknya di program televisi Made in Chicago.
- Daytime Emmy Awards (1982): Meraih penghargaan bersama dalam kategori Outstanding Achievement in Design Excellence for a Daytime Drama Series berkat dedikasinya di serial General Hospital.
- Daytime Emmy Awards (2011): Thomas kembali naik podium untuk berbagi trofi bergengsi bersama Vincent Steib dalam kategori Outstanding Achievement in Lighting Direction for a Drama Series lewat serial yang sama.
- Nominasi Primetime Emmy (1986): Thomas masuk dalam nominasi ajang bergengsi Primetime Emmy Awards untuk kategori Outstanding Lighting Direction (Electronic) atas kontribusinya dalam siaran Academy Awards ke-58 (The Oscars).
- 7 Kali Masuk Nominasi Lainnya: Sepanjang masa kerjanya di General Hospital, namanya tercatat sedikitnya tujuh kali masuk dalam jajaran nominasi Daytime Emmy Awards.
Masa Kejayaan yang Tertutup Kabut Skandal
Sayangnya, torehan prestasi gemilang Thomas di panggung pertelevisian Amerika Serikat kini tertutupi oleh badai permasalahan hidupnya.
Hubungannya dengan Meghan Markle telah retak dan putus total sejak pernikahan sang putri dengan Pangeran Harry pada 2018.
Kini, setelah melewati berbagai masalah kesehatan mulai dari serangan jantung, stroke, hingga amputasi kaki di Filipina, Thomas justru harus berhadapan dengan tuduhan kriminal serius yang menyeret namanya ke ranah hukum internasional.