-
Raja Charles III menegaskan Harry dan Meghan tetap status non-aktif di kerajaan Inggris.
-
Segala kegiatan amal Duke dan Duchess of Sussex wajib dilakukan dalam kapasitas pribadi.
-
Urusan pengamanan Pangeran Harry diserahkan ke kepolisian dan komite pemerintah bernama RAVEC.
Suara.com - Raja Charles III mengonfirmasi Pangeran Harry dan Meghan Markle tetap tidak menjabat sebagai anggota aktif keluarga kerajaan Inggris sekembalinya mereka ke tanah air. Penegasan tersebut tertuang dalam surat resmi yang dikirimkan oleh Lord Chamberlain atas nama Raja kepada pejabat senior pemerintah dan militer.
Langkah ini memperjelas posisi pasangan tersebut agar tidak timbul kebingungan publik maupun lembaga negara terkait hak istimewa mereka. Kebijakan ini sekaligus menutup celah hadirnya istana tandingan yang berpotensi menyaingi peran anggota kerajaan aktif.
Seluruh aksi sosial maupun kegiatan amal yang dijalankan Duke dan Duchess of Sussex kini berstatus murni sebagai individu. Penanganan pengamanan mereka di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada otoritas kepolisian yang berwenang.
![Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Raja Charles III (kedua kiri), Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo (ketiga kanan), Putra Presiden Prabowo Subianto Didit Hediprasetyo (tengah), Menteri Kesetaraan Inggris Seema Malhotra MP (kedua kanan), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) saat menemui kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/88554-presiden-prabowo-dan-raja-charles-iii-temui-filantropi-lingkungan-prabowo-dan-raja-charles-iii.jpg)
Istana memperingatkan seluruh instansi negara untuk mengonsultasikan segala bentuk protokol khusus atau penggunaan dana publik terkait pasangan ini langsung ke Buckingham Palace.
"Untuk membantu menghindari keraguan atau kebingungan, Sang Raja telah memerintahkan agar informasi (ini) dibagikan," tulis surat tersebut.
Melalui edaran Lord Chamberlain, pihak istana mempertegas bahwa tidak ada pemulihan posisi resmi bagi adik Pangeran William tersebut. Komunikasi tertulis ini dikirimkan pula kepada para lord lieutenant yang merupakan perwakilan pribadi Raja di berbagai wilayah.
Keputusan memublikasikan isi surat secara terbuka mencerminkan kekhawatiran internal istana terhadap potensi tumpang-tindih peran diplomatik informal. Langkah tegas Sang Raja memastikan garis batas yang jelas antara tugas negara dan urusan pribadi pasangan tersebut.
"Setiap pertanyaan spesifik dari organisasi resmi dan Negara mengenai tata krama yang harus diberikan kepada Duke dan Duchess, dan khususnya di mana permohonan dana publik mungkin diperlukan, harus diarahkan ke Istana Buckingham," ungkap Lord Chamberlain dalam suratnya.
Sektor pengamanan menjadi isu teramat sensitif mengingat Pangeran Harry telah lama berselisih hukum dengan pemerintah Inggris. Ia terus memperjuangkan pengembalian fasilitas pengawalan polisi berbayar negara yang dicabut sejak kepindahannya.
Penentuan kepastian hak perlindungan kepolisian 24 jam bagi pasangan ini berada sepenuhnya di tangan komite khusus pemerintah bernama RAVEC. Lembaga Royal and VIP Executive Committee tersebut yang berwenang memutus tingkat ancaman dan porsi pengamanan.
Latar belakang penegasan ini berawal dari keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang mundur dari anggota senior keluarga kerajaan pada 2020. Sejak saat itu, keduanya sepakat menanggalkan penggunaan gelar kerajaan dalam seluruh aktivitas publik mereka.