- Cleansing oil digunakan untuk mengangkat makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran yang menempel di wajah setelah beraktivitas. Produk ini bekerja dengan melarutkan minyak dan kotoran di permukaan kulit.
- Cleansing oil tidak hanya cocok untuk kulit kering, tetapi juga dapat digunakan oleh pemilik kulit berminyak, kombinasi, sensitif, hingga rentan berjerawat asalkan formulanya sesuai.
- Kekhawatiran bahwa cleansing oil bisa membuat wajah semakin berminyak atau memicu jerawat membuat sebagian orang ragu menggunakannya setiap hari.
Suara.com - Cleansing oil menjadi salah satu produk pembersih wajah yang banyak digunakan untuk mengangkat makeup, sunscreen, hingga kotoran yang menempel setelah beraktivitas seharian.
Produk ini bekerja dengan memanfaatkan minyak untuk melarutkan minyak dan kotoran di permukaan kulit.
Meski berbahan dasar minyak, cleansing oil ternyata tidak hanya ditujukan untuk pemilik kulit kering. Pemilik kulit berminyak, kombinasi, sensitif, hingga rentan berjerawat juga dapat menggunakannya selama memilih formula yang sesuai.
Namun, masih ada anggapan bahwa penggunaan cleansing oil setiap hari bisa membuat wajah semakin berminyak atau memicu munculnya jerawat.
Kekhawatiran tersebut membuat sebagian orang ragu untuk memasukkan produk ini ke dalam rutinitas perawatan kulit.
Lantas, cleansing oil boleh dipakai setiap hari atau sebaiknya hanya digunakan sesekali? Frekuensi pemakaiannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, jenis produk, serta reaksi yang muncul setelah digunakan.
Cleansing Oil Boleh Dipakai Setiap Hari?

Cleansing oil umumnya boleh digunakan setiap hari, terutama pada malam hari untuk membersihkan sisa sunscreen, makeup, sebum, dan kotoran setelah beraktivitas.
Healthline menjelaskan bahwa oil cleansing sebaiknya dilakukan satu kali sehari, bukan setiap kali mencuci wajah.
Cara kerja produk ini dikenal dengan prinsip like dissolves like, yaitu minyak membantu melarutkan minyak lainnya.
Dengan begitu, cleansing oil dapat membantu mengangkat sebum berlebih, sisa produk berbahan dasar minyak, serta kotoran yang menyumbat pori-pori.
Penggunaan cleansing oil juga dapat membantu membersihkan wajah tanpa menghilangkan terlalu banyak lapisan lipid alami kulit.
Hal ini penting karena pembersih yang terlalu keras berpotensi membuat kulit kering dan mengganggu fungsi pelindung kulit.
Meski demikian, penggunaan setiap hari bukan berarti semua orang harus memakai cleansing oil dengan frekuensi yang sama.
Jika kulit menunjukkan tanda iritasi, terasa tidak nyaman, atau muncul jerawat setelah pemakaian, pengguna perlu mengevaluasi formula dan cara membersihkannya.
Panduan Penggunaan Cleansing Oil untuk Masing-Masing Tipe Kulit

Merangkum Healthline, Haruharu Wonder, dan Yon-Ka Paris, berikut panduan penggunaan cleansing oil berdasarkan tipe kulit yang perlu diperhatikan: