LINIMASA - Nama Habib Bahar bin Smith tengah ramai dibincang publik setelah Bahar Smith diduga menjadi korban penembakan orang tak di kenal di Bogor, pekan lalu.
Terkini, beredar kabar yang menyebutkan bahwa Komjen Fadil Imran merupakan dalang di balik penembakan Habib Bahar bin Smith.
Informasi tersebut disebar melalui sebuah unggahan video di kanal YouTube LIDAH RAKYAT yang tayang pada Rabu 917/5/2023). Baru tayang dua jam yang lalu, video tersebut sudah ditonton sebanyak 1,1 ribu kali.
"Di Dalangi Fadil! Semua Karna Dendam, Kasus Pen3mbakan Habib Bahar Akhirnya TerpecahkanViral news~," begitu judul unggahan video tersebut.
Thumbnail video memperlihatkan potret Habib Bahar sedang menggandeng seseorang yang mengenakan sorban penutup kepala. Di sampingnya ada Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran digandeng oleh polisi lainnya.
Ada pula dua prajurit polisi yang mengenakan pakaian serba hitam dan menenteng senjata laras panjang.
"Breaking News!! Jendral Fadil orangnya
Dalang percobaan pembunuhan penembakan Habib Bahar terungkap," begitu narasi yang ditulis di thumbnail video tersebut.
Lalu, benarkah klaim tersebut?
Setelah ditelusuri, klaim yang menyebut Komjen Fadil Imran menjadi dalang penembakan Bahar Smith merupakan informasi tidak tepat.
Faktanya, tidak ada informasi valid yang menyebutkan bahwa Fadil Imrah menjadi dalang penembakan Habib Bahar bin Smith.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan ulang artikel tvonenews.com yang dimuat pada 15 Mei 2023 berjudul "Kondisi Terkini Habib Bahar bin Smith Usai Ditembak Orang Tak Dikenal, Polisi: Ada Luka."
Artikel tvonenews.com tersebut sama sekali tidak membahas tentang dalang penembakan Bahar Smith, juga tidak menyebut Komjen Fadil Imran.
Berita tersebut hanya membahas mengenai kondisi terkini Bahar Smith setelah diduga ditembak orang tak dikenal.
Dalam artikel tersebut memuat penjelasan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo yang menyebut Bahar Smith mengalami luka di bagian perutnya. Namun, hasil visum belum keluar sehingga polisi belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.