LINIMASA - Hubungan Arya Saloka dan Amanda Manopo kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas.
Duet maut sosok pemeran Aldebaran dan Andin di Ikatan Cinta ini mendapat perhatian khusus karena publik merasa mereka memiliki ikatan istimewa di luar perannya dalam sinetron Ikatan Cinta.
Belakangan ini, beredar kabar mengenai Arya Saloka dan Amanda Manopo yang dikabarkan melakukan ciuman terakhir.
Video mesra tersebut diklaim telah tersebar dan menjadi viral di berbagai media sosial.
Informasi ini pertama kali diunggah oleh kanal YouTube Amanda Chanel, yang mempublikasikan video dengan judul "Tayang Siang Ini | Detik-Detik Ciuman Terakhir Arya Saloka dan Amanda Manopo". Dalam thumbnail video tersebut, terdapat potret Arya Saloka dan Amanda Manopo beserta narasi yang mengatakan, "Detik-detik ciuman terakhir, viral di semua media sosial".
Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton lebih dari 100 kali. Namun, pertanyaan muncul, apakah benar adanya ciuman terakhir antara Arya Saloka dan Amanda Manopo?
CEK FAKTA SEBENARNYA
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 40 detik tersebut, klaim mengenai adanya ciuman terakhir antara Arya Saloka dan Amanda Manopo ternyata tidak terbukti.
Tidak ditemukan bukti yang valid atau pernyataan resmi yang menyatakan bahwa ciuman terakhir mereka telah tersebar.
Baca Juga: Talak Cerai Natasha Rizki, Desta Unggah Momen Kebersamaan Bareng Wanita Lain
Dalam video tersebut, narator hanya menampilkan momen ketika Arya Saloka dan Amanda Manopo beradu akting dalam sinetron "Ikatan Cinta".
Namun, hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan dari sumber yang dapat dipercaya mengenai ciuman terakhir antara Arya Saloka dan Amanda Manopo, sebagaimana yang tertera dalam judul.
Kendati hubungan Arya Saloka dan Amanda Manopo memang menjadi sorotan publik, perlu diingat bahwa informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya dapat memicu spekulasi yang tidak perlu.
Dalam hal ini, tidak ada bukti yang sah yang mengonfirmasi adanya ciuman terakhir antara mereka.
Oleh karena itu, penting bagi publik untuk menjaga sikap bijak dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan berdasarkan klaim yang tidak terverifikasi secara akurat.