LINIMASA - Timnas Indonesia baru-baru ini menghadapi tantangan besar saat berhadapan dengan Timnas Argentina dalam FIFA Matchday. Meskipun hasilnya kalah, pelatih Shin Tae-yong memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas perjuangan dan semangat yang mereka tunjukkan dalam pertandingan tersebut.
Namun, Shin Tae-yong juga menyadari adanya kekurangan dalam performa timnya dan melihat masa depan yang cerah bagi Timnas Indonesia. Alhasil, gemblengan sangat diperlukan untuk skuad Merah Putih yang akan berlaga di ajang Piala Asia 2026, mendatang.
Salah satu hal yang membuat Shin Tae-yong bangga adalah penampilan pemain muda yang dipercayakan sebagai starter dalam pertandingan melawan Argentina. Pemain-pemain muda seperti Marselino Ferdinan (18 tahun), Ivar Jenner (19 tahun), Rafael Struick (20 tahun), Elkan Baggott (20 tahun), Ernando Ari (21 tahun), Rizky Ridho (21 tahun), dan kapten tim Asnawi Mangkualam (23 tahun) telah berhasil menjalankan instruksi dengan baik.
"Memang uji coba kali ini saya mencoba-coba line up dan bisa dilihat juga dari rata-rata umur pemain timnas di laga ini sekitar 23 tahun. Ivar dan Rafael juga masih muda, Marselino dan Nando juga masih muda, tetapi mereka sudah mau bekerja keras dan mau menjalankan instruksi dari saya sebagai pelatih," kata pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Meskipun timnya telah menganalisis permainan Argentina dan merasa percaya diri dengan taktik yang diterapkan, Shin Tae-yong mengakui masih terdapat kekurangan dalam timnya. Namun, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai anak asuhnya.
"Kami sudah menganalisis permainan Argentina dan para pemain telah menyesuaikan dan menjalankan instruksi saya dengan baik. Namun, kami tetap menyadari bahwa masih ada kekurangan dan kami masih memiliki jalan yang panjang untuk berkembang," kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong memberikan penghargaan kepada para pemain Timnas Indonesia atas ketangguhan mental yang mereka tunjukkan dalam menghadapi tim peringkat satu dunia versi FIFA, yaitu Argentina. Meskipun kalah, para pemain Indonesia tidak gentar dan memberikan perlawanan cukup sengit.
"Secara mental para pemain Indonesia tidak gentar dan kalah jauh (dibandingkan Argentina). Jadi dengan pengalaman-pengalaman seperti ini saya harap dapat memotivasi para pemain untuk berkembang. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pemain karena sudah bekerja keras," katanya.
Pertandingan melawan Argentina menunjukkan semangat dan keberanian yang luar biasa dari para pemain Indonesia. Meskipun hasil akhirnya tidak memihak kepada Timnas Indonesia, pengalaman bermain melawan tim kelas dunia seperti Argentina menjadi pembelajaran berharga bagi para pemain muda.
Pengalaman ini akan memberi mereka motivasi dan dorongan untuk terus mengembangkan karier sepak bola mereka. Timnas Indonesia dengan segala kekurangan dan kemajuan yang ada di dalamnya telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia.
Dalam perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi, semangat dan pengalaman berharga yang didapatkan dari pertandingan melawan Argentina akan menjadi pondasi yang kuat bagi perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan.