Di tengah upayanya mengembangkan usaha, Irma pun memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana cara mengelola usaha.
Ia sadar, UMKM merupakan salah satu pilar penting bagi ekonomi nasional. Oleh karena itu ia tidak segan untuk berbagi ilmu kepada generasi muda. Wadah Merdeka Belajar
Tidak hanya sebagai pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia, UMKM juga berperan dalam implementasi konsep Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, khususnya bagi kalangan mahasiswa.
Irma kemudian membuka ruang bagi sejumlah mahasiswa setempat, seperti dariUniversitas Khairun Ternate dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara untuk mendapatkan kesempatan melakukan penelitian dan kajian produk di UMKM pengolah rempah itu.
UMKM rintisan Irma menjadi salah satu tujuan mahasiswa untuk mengimplementasikan Program Merdeka Belajar. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa membantu pihak UMKM, mulai dari produksi, pengemasan hingga pemasaran.
Irma pun merespons positif konsep Merdeka Belajar - Kampus Merdeka karena dapat mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia usaha maupun kerja.
Salah satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Risna mengaku belajar banyak terkait inovasi, kreativitas hingga bagaimana memperkuat mental bila usaha mengalami tekanan.
Mau mencoba, berani gagal dan bangkit lagi untuk sukses merupakan salah satu syarat menjadi pengusaha.
Di samping itu, perlu juga menghasilkan terobosan dan ide-ide baru dalam hal produk, kemasan, distribusi, promosi, penjualan dan bahkan melakukan transformasi memasuki ekosistem pasar digital.
Saat ini, program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Maluku Utara menjadi harapan Irma untuk lebih memperluas usahanya, tidak hanya menjadi pemain di dalam negeri, namun juga di kancah internasional.
Baca Juga: Apa Itu Ombre Bibir? Simak di Sini Berikut 7 Tips Melakukannya biar Cantik Menawan!
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Makassar itu berharap Gernas BBI Tahun 2022 yang diselenggarakan di Benteng Oranje Kota Ternate, Maluku Utara, itu mampu mendorong promosi produk-produk daerah dan mengajak masyarakat menggunakan produk buatan Indonesia, khususnya Maluku Utara.
Ke depan, Irma juga berharap acara UMKM dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wadah bagi UMKM untuk menampilkan produk-produknya, sehingga masyarakat yang datang dari daerah lain bisa langsung melihat produk unggulan UMKM provinsi itu.
Pemberdayaan UMKM dalam situasi seperti ini juga dapat dilakukan secara merata, sehingga semua bisa merasakan manfaatnya.