Deddy Corbuzier baru-baru ini membagikan video sang putra, Azka Corbuzier yang tengah beryanyi bersama TNI.
Namun video yang diunggah Deddy Corbuzier itu justru mendapat komentar netizen perihal Azka yang menyinggung agama Azka Corbuzier.
Deddy Corbuzier pun geram dan membagikan tangkapan layar perihal netizen yang menyebut Azka akan masuk Islam terlebih dahulu sebelum menjadi tentara.
"Yang pasti Azkanya sudah masuk Islam dulu kan bang Ded, baru jadi Tenara Islam," tulis seoramg netizen di kolom komentar Instagramnya yang dibagikan Deddy Corbuzier yang dikutip Mamagini, Minggu (5/3/2023).
Deddy Corbuzier pun langsung merespon komentar dari netizen tersebut. Menurut Deddy Corbuzier soal agama dan menjadi tentara adalah dua hal yang tak ada kaitannya. Kata Deddy Corbuzier, menjadi TNI tak berdasarkan dari satu agama.
"Gak nyambung bro sorry. TNI tidak berdasarkan agamanya apa," balas Deddy Corbuzier di kolom komentarnya.
Tak hanya itu, Deddy Corbuzier juga mengingatkan netizen bahwa menjadi TNI tidak menanyakan agama, suku ras dan golongan.
Sebab yang ditanyakan menjadi seorang TNI kata Deddy Corbuzier yakni berapa besar jiwa NKRI dan Pancasila seseorang.
"@yusufsanam dan OKNUM lainnya...TNI tidak menanyakan apa Agama mu.. Apa Suku mu, apa Ras mu.. Apa Golongan mu.. TNI menanyakan apa Bangsa dan Negara mu.. Berapa besar Jiwa NKRI mu dan PANCASILA," tulis Deddy Corbuzier di unggahan Instagramnya.
Baca Juga: Wawancara Eksklusif Richard Mainaky Soal Polemik Kontrak Pelatih di Pelatnas PBSI
Suami Sabrina Chairunnisa itu mengingatkan kepada netizen untuk tidak memecah belah bangsa dengan pernyataan yang mempolarisasi agama.
"Jangan memecah belah Bangsa kita dengan argumen bodoh menggunakan polarisasi," kata Deddy Corbuzier.
Lebih lanjut, Deddy Corbuzier menegaskan bahwa TNI bersama rakyat tanpa peduli dari kalangan atau agama manapun.
Namun kata Deddy Corbuzier, TNI akan berada di garda terdepan jika ada yang mencoba mengubah NKRI dan Pancasila.
"TNI bersama Rakyat tanpa peduli siapapun anda.Tapi jangan pernah mencoba mengubah NKRI atau PANCASILA. Kami akan berada di paling depan menjaganya. And i mean it," katanya.