Beredar kabar yang menarasikan bahwa Lionel Messi mendapatkan sanksi dari FIFA karena meremehkan Indonesia.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 168 ribu pengikut bernama Trending Topik melalui sebuah video yang diunggah pada 20 Juni 2023.
"MAMPUS!!! MESSI DISANKSI FIFA AKIBAT REMEHKAN STADION & SEPAK BOLA INDONESIA!!!" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Jumat (23/6/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"MESSI BERKERINGAT DINGIN
PRESIDEN FIFA KELUARKAN SANKSI KARENA REMEHKAN INDONESIA"
Namun begitu, apakah benar Lionel Messi mendapatkan sanksi dari FIFA karena meremehkan Indonesia?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Messi yang mendapat sanksi dari FIFA karena meremehkan Indonesia.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Messi mendapat sanksi dari FIFA karena meremehkan Indonesia.
Baca Juga: 5 Manfaat Rambut Gondrong bagi Pria, Apa Saja?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa Messi mendapat sanksi dari FIFA karena meremehkan Indonesia.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'MAMPUS!!! MESSI DISANKSI FIFA AKIBAT REMEHKAN STADION & SEPAK BOLA INDONESIA!!!' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].