Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia, memiliki beberapa konflik dengan pemainnya selama masa kepemimpinannya.
Akibatnya, empat pemain terkenal yang pernah berselisih paham dengan pelatih tersebut kini menghadapi masa pengangguran.
Berikut adalah daftar pemain-pemain tersebut:
1. Osvaldo Haay
Osvaldo Haay dianggap sebagai salah satu bintang masa depan Timnas Indonesia berkat penampilannya yang menawan saat masih muda. Namun, setelah dipanggil beberapa kali untuk pemusatan latihan oleh Shin Tae-yong, Haay memilih untuk tidak hadir, yang berakibat ia dicoret dari timnas. Setelah Liga 1 2022-2023 berakhir, Haay dilepas oleh Persija Jakarta dan kini berstatus pengangguran.
2. Nurhidayat Haji Haris
Nurhidayat Haji Haris pernah menjadi harapan di lini pertahanan Timnas Indonesia sebagai bek masa depan skuad Garuda. Namun, prediksi itu tidak terwujud setelah ia dicoret oleh Shin Tae-yong selama Kualifikasi Piala Dunia 2022 akibat perilaku indisipliner. Sejak saat itu, karier Nurhidayat mengalami penurunan dan ia sempat bermain di Liga 2. Namun, saat ini ia tidak memiliki klub dan berstatus pengangguran.
3. Serdy Ephyfano
Serdy Ephyfano pernah dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-20 dalam persiapan Piala Dunia U-20. Namun, perilaku indisipliner yang dilakukan oleh Serdy membuat Shin Tae-yong memutuskan untuk mencoretnya tanpa ragu. Saat ini, nasib Serdy Ephyfano tidak diketahui dengan pasti. Meskipun Transfermarkt mencatatnya sebagai pemain Borneo FC, namun tidak ada namanya dalam skuad Pesut Etam untuk Liga 1 2023/2024.
Baca Juga: CEK FAKTA: Syahnaz Sadiqah Selingkuh dengan Rendy Kjaernett Demi Popularitas?
4. Mochamad Yudha Febrian
Meskipun Mochamad Yudha Febrian saat ini telah bergabung dengan Persikabo 1973 di awal musim Liga 1 2023/2024, sebelumnya ia menghadapi masa pengangguran setelah dilepas oleh Persik Kediri. Karier Yudha Febrian mengalami penurunan drastis setelah perilaku indisipliner yang ia tunjukkan saat bergabung dengan Timnas Indonesia U-20, yang menyebabkan Shin Tae-yong mencoretnya.
(Bolatimes/Felix Indrajaya)