Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama keduanya menjabat dibandingkan oleh pegiat media sosial, Chusnul Chotimah.
Sebagai indikatornya, Chusnul Chotimah melihat indeks kebahagiaan warga masing-masing daerah yang dipimpin oleh dua gubernur yang akan maju sebagai calon presiden (capres) 2024 tersebut.
Dalam cuitannya di Twitter, Chusnul Chotimah membandingkan data indeks kebahagiaan warga Jateng pada 2014 ketika awal Ganjar Pranowo menjabat sebagai gubernur, dengan data pada tahun 2017 dan 2021.
"Anak TK aja tau Ganjar berhasil dan Anies Gagal. Awal Ganjar menjabat pada 2014, indeks kebahagiaan Jateng tercatat 67,81. 2017 jadi 70,92, 2021 naik jadi 71,73 poin," tulisnya di akun Twitter pribadinya, Kamis (3/8/2023).
Lebih lanjut, perempuan tersebut mengatakan bahwa Anies Baswedan telah gagal menjadi gubernur lantaran indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta masuk peringkat rendah dari catatan 34 provinsi.
"Beda dengan Anies, awal menjabat 71,33, pas mau lengser turun 70,68, peringkat 27 dari 34 provinsi," cuitnya.
Indeks kebahagiaan yang dimaksud oleh Chusnul Chotimah merupakan laporan TribunJateng yang berdasarkan pada hasil survei yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam tiga kali survei indeks kebahagiaan BPS yang dihelat pada 2014, 2017 dan terakhir pada 2021, indeks kebahagiaan warga Jateng meningkat cukup signifikan. Pada 2014, indeks kebahagiaan Jateng tercatat 67,81 poin. Kemudian pada 2017 naik menjadi 70,92 poin. Selanjutnya, pada 2021 indeks kebahagiaan Jateng mencapai 71,73 poin.
Pada DKI Jakarta indeks kebahgiaannya menurun. Pada 2021, indeks kebahagiaan DKI Jakarta adalah 70,68 poin. Angka ini menurun dibandingkan pada survei 2017, yang berada pada 71,33 poin.