Bakal calon presiden di Pilpres 2024, Anies Baswedan menyebut ada indikasi kampanye negatif yang ingin menyerangnya. Bahkan ada yang berusaha menjegal Anies supaya tidak berlaga di pesat politik tahun 2024 mendatang.
Namun, ia coba memaklumi bahwa hal tersebut wajar dalam konstestasi politik. Ia berharap setiap capres-cawapres dapat saling menghormati dan menghargai.
"Ketika saya bertugas di Jakarta, saya melihat yang namanya penciptaan kampanye negatif terhadap lawan itu adalah kenyataan dalam pemilu," ungkap Anies disimak melalui kanal Youtube Prof Rhenald Kasali via wartaekonomi, Sabtu, 5 Agustus 2023.
Ia juga menyoroti perihal komunikasi antar pemimpin partai.
"Jadi kalau ada perbedaan, apalagi yang ada perbedaan sukunya, perbedaan agamanya oke. Nah yang penting itu adalah para pemimpinnya komunikasi," tambahnya.
Anies juga menekankan agar sikap tersebut seharusnya juga dimiliki pendukung masing-masing capres.
Dengan menyadari rasa sebangsa setanah air, kata Anies, tidak perlu sampai menggunakan politik identitas yang memicu kebencian.
"Pendukung itu kita sama-sama tahu ada ambang batas bahwa kita itu se-Indonesia, kita itu sebangsa, setanah air. Jangan menggunakan politik identitas dengan kebencian, kalau saya mau memilih berdasarkan apa saja itu haknya," kata Anies.
Baca Juga: Poin-poin Klarifikasi Rocky Gerung: Tegaskan Tak Ada Maksud Hina Pribadi Jokowi