Marak kasus bully atau perundungan di sekolah yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Mulai dari dugaan perundungan siswa kelas 6 SD di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang jatuh dari lantai 4 gedung sekolah, hingga perundungan di SMPN 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah.
Menyorot kasus perundungan di sekolah yang menyedot perhatian publik ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya.
Heru Budi bahkan mengingatkan orang tua agar tidak melulu nonton drama Korea (drakor), dan lebih memperketat tontonan anak-anaknya, termasuk tontonan melalui telepon seluler atau HP.
"Titip pesan, orang tua harus juga menjaga anak-anaknya. Di rumah juga harus memberikan pendidikan yang baik, jangan nonton drakor (drama Korea). Ya kan? Lihat hp, anak-anaknya kalau melihat hp dicek, melihatnya apa. Jangan-jangan melihat yang film-film kekerasan. Dia ke sekolah, dia niru," ujar Heru Budi di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari akun Instagram @frix.id.
Ucapan Heru tersebut langsung menjadi perhatian warganet. Tak sedikit yang merasa aneh lantaran Pj Gubernur DKI Jakarta tersebut membawa-bawa drama Korea dalam kasus perundungan yang sedang marak ini.
"Kok drakor disalahin, aneh ah bapak mah," komentar salah satu warganet.
"Apa sihh pak ?? Nyambungnya dimana dengan pembuly-an anak," kata waragnet lain.
"Laah, drakor dibawa. UU perlindungan anak di evaluasi lagi. Direvisi biar hukuman bikin jera dan kapok, ortu jangan di salahin trus, bapak mau disalahin kalo anak bapak mengalami hal yang sama?" tanya warganet.
Baca Juga: Denny Caknan Pernah Ketagihan Judi Online, Sampai Terlilit Utang Rp120 Juta dan Curi Uang Ibu