Suster Ludana dan Kenangan Burgers Priesterrijwiel

Metro Suara.Com
Selasa, 17 Mei 2022 | 14:16 WIB
Suster Ludana dan Kenangan Burgers  Priesterrijwiel
Museum Mini Santa Maria

Sepeda Ontel atau juga biasa disebut sebagai sepeda unta, pit kebo (sepeda kerbau), atau pit pancal adalah sebuah jenis sepeda yang  memiliki reputasi sejarah dan berkualitas tinggi. Salah satu karakteristiknya adalah terdapat rumah rantai tertutup atau katengkas (pelafalan dari bahasa Belanda kettingkast) dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu serta dilengkapi rem drum atau rem tromol.

Di Indonesia, perkembangan sepeda sendiri banyak dipengaruhi kolonisasi Belanda. Sejarah keberadaan sepeda di Indonesia sendiri sudah terekam 130 tahun lalu. Seperti dijelaskan Robert Van Niel bahwa pada awal tahun 1900 kalangan Eropa yang berpendidikan dan berasal dari golongan menengah membawa serta kebudayaan barat yang kemudian membentuk suatu dunia barat di daerah perkotaan pulau Jawa (Robert van Niel, 1984: 2). Salah satun budaya yang dibawa ke Indonesia adalah budaya penggunaan sepeda onthel. 

Sepeda onthel kala itu didatangkan langsung dari Belanda dan mulai banyak digunakan masyarakat perkotaan pada zaman Hindia Belanda. Sepeda onthel saat itu menjadi alat transportasi yang bergengsi dan  awalnya  hanya digunakan kalangan terbatas seperti pegawai kolonial dan bangsawan, misionaris, saudagar kaya serta pribumi darah biru. Tujuan utama dibawanya sepeda onthel ke tanah jajahan adalah untuk memperlancar arus transportasi aparat militer Belanda. Selain itu, para misionaris seperti pastur juga menggunakan sepeda onthel sebagai alat transportasi (Hermany, 2010: 22).

Sejak 1902 di Yogyakarta sudah berdiri sebuah toko sepeda di daerah Lodji Kecil bernama Wiriosoeseono yang  menawarkan sepeda merk Elephant dan Norman.  Selain di Yogyakarta sebagaimana dijelaskan dalam buku Jakarta Tempo Doeloe gubahan Abdul Hakim (1989) sepeda pertama kali muncul di Batavia--sebutan Jakarta zaman kolonial--pada tahun 1890. Pada waktu itu di toko-toko Pasar Gambir kala itu merek Rover menjadi merek sepeda yang paling laku. Merek Rover dijual seharga 500 gulden atau saat ini kira-kira setara dengan empat juta rupiah. Tercatat pada tahun 1937, di Batavia sendiri tercatat ada sekitar 70.000 sepeda. 

Di Lampung sendiri tak terkecuali  Metro sebagai salah satu daerah tujuan kolonisasi Belanda tentu memiliki sejarah sendiri tentang perkembangan sepeda onthel. Sepeda-sepeda tersebut  dibawa oleh para kolonis dari Jawa, para pegawai (ambtenar) pemerintah Belanda untuk mengawasi jalannya kolonisasi,  serta para pekerja rohani (zendeling) yaitu pastur dan suster di perkumpulan misionaris gereja Hindia Belanda. Sepeda onthel tertua di Lampung sendiri dari literasi dan penamaan frame yang ditemukan tertua yaitu sepeda laki laki (heren) merk Fongers BB 60 tahun 1926 dan perempuan (dames) Gazelle  tahun 1929 yang saat ini dimiliki oleh seorang kolektor di kota Metro.

 Sepeda Pastur

Sepeda Pastur atau Burgers  Pristerrijwiel atau biasa disebut Burgers  Pastur merupakan salah satu sepeda legenda yang bersejarah karena merupakan produk sepeda yang diproduksi khusus untuk para pastur sebagai alat transportasi dinas. Para misionaris dengan bangga menggunakan sepeda jenis ini karena jenisnya yang berbeda dengan sepeda yang digunakan oleh para penduduk ataupun pegawai pemerintahan lainnya.

Salah satu produsen atau merek sepeda onthel adalah merek Burgers  yang didirikan oleh Henricus Burgers  (1843-1903) di kota Deventer, Belanda. Henricus Burgers  membuat sepeda pertamanya di tahun 1868 dan selanjutnya mendirikan pabrik sepeda Burgers  di tahun 1875. Merek sepeda Burgers  selalu dilengkapi dengan huruf ENR, singkatan dari Eerste Nederlandsche Rijwielfabriek.  Burgers  juga dikenal ikut memproduksi  sepeda-sepeda untuk pastur atau priesterrijwiel.

Sepeda pastur ini memang dibuat secara khusus dan terbatas oleh produsen sepeda sebagai penghargaan dan tidak diperjualbelikan kepada umum.  Ada dua cara masuknya sepeda pastur ke Hindia Belanda hingga sampai ke gereja. Pertama, melalui pesanan langsung pendeta ke produsen di Belanda melalui surat pemesanan. Kedua, melalui agen-agen penyalur atau distributor sepeda yang berada di Hindia Belanda.  Sepeda khusus pastur ini merupakan kendaraan dinas yang menjadi inventaris gereja. Para misionaris asal Belanda yang ditugaskan di Hindia Belanda dibekali sepeda pastur. 

Sepeda Suster Ludana

Salah satu sepeda pastur yang tiba ke Metro sendiri adalah merek Burgers . Tampilannya sederhana, kuat, dan ringan dikayuh sehingga membuat sepeda ini cukup nyaman untuk perjalanan jauh. Berdasarkan wawancara bersama suster-suster FSGM di Klinik Santa Maria sepeda merek Burgers  inilah yang pernah digunakan oleh Suster Ludana untuk pelayanan kesehatan ke kampung-kampung di Metro dan sekitarnya. Suster Ludana yang lahir di Belanda pada tahun 1890 pada akhirnya memilih menjadi Warga Negara Indonesia sejak tahun 1950 karena kecintaanya terhadap Kota Metro dan juga Indonesia.

Suster Ludana sendiri dikenal dalam membantu pengobatan dan persalinan warga selama bertugas di Metro sejak tahun 1940. Sepeda ini sendiri mulai digunakannya pada masa tugas kedua di Metro yakni sejak tahun 1950 hingga tahun 1981. Tak ayal namanya sangat familiar bagi Warga Metro kala itu. Suster Ludana sendiri mudah dikenali karena perawakannya yang tinggi dan telapak tangannya yang besar. 

Sepeda yang pernah digunakan oleh Suster Ludana semasa bertugas di Metro sendiri kini telah tersimpan rapi di Museum Mini Santa Maria setelah sebelumnya disimpan di Museum FSGM Pringsewu. Sepeda ini disimpan bersama bersama berbagai koleksi alat-akat kesehatan dan persalinann yang digunakan sejak Klinik Santa Maria berdiri.

Berdasarkan pemeriksaan rangka yang kami lakukan, sepeda dengan nomor frame H 1950-1954 ini menandakan tahun produksi sepeda bermerk Burgers  Deventer tersebut. Dengan demikian usia sepeda tersebut mencapai kurang lebih 70 tahun. Sepeda produksi Burgers sendiri yang diproduksi pada kurun waktu tahun 1930 – 1961 sampai saat ini bisa dikenali secara langsung. Kebanyakan nomor frame yang dikenali dengan Huruf di depan angka.Sepeda pastur jenis ini saat ini cukup langka jumlahnya karena memang diproduksi terbatas dan  tidak diperjualbelikan kepada umum. Selain itu sepeda onthel menjadi penanda salah satu moda transportasi yang berkembang di masa awal kolonisasi Belanda yang masih terus bertahan hingga hari ini. 

Di Kota Metro sendiri kegelisahan dan keinginan para pecinta sepeda tua untuk melestarikan keberadaan sepeda-sepeda tua menjadi pendorong lahirnya Komunitas Potret (Paguyuban Onthel Ria Metro) pada 1 Oktober 2008. Di  dalam perjalanannya Potret banyak melakukan kegiatan kegiatan diantaranya penghijauan, gerakan bersepada ke kantor dan sekolah, reka ulang sejarah, gelar budaya nusantara dan  inventarisasi serta pelestarian sepeda tua yang mewarnai perkembangan sejarah Kota Metro dan Lampung dalam bentuk pameran dan edukasi sepeda tua.

Sepeda onthel  Suster Ludana ini juga sekaligus menjadi salah saksi sejarah perjalanan Klinik Santa Maria Metro sebagai klinik tertua di Kota Metro dan pelayanan  Suster Ludana sebagai tenaga kesehatan. Namanya akan terus dikenang dalam perjalanan sejarah Kota Metro.

Tutut Zatmiko (Pegiat Paguyuban Onthel Ria Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI