Metro, Suara.com- Sejarah perkebunan memiliki kaitan yang cukup erat dengan sejarah Indonesia, bahkan kehadiran bangsa asing salah satunya karena hasil dari perkebunan.
Senior Executive Vice President Business Support PT Perkebunan Nusantara XI, Subagio mengatakan bahwa karena hasil bumi negeri ini yang melimpah dan beraneka ragam, menarik kehadiran bangsa lain di Indonesia ratusan tahun silam.
"Oleh karenanya pertanian dan perkebunan menjadi bagian dari sejarah bangsa ini bahkan hingga saat ini hasil bumi menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia", ujarnya Senin (24/10) di Surabaya.
Subagio mengatakan bahwa Gedung yang saat ini dikelola PTPN XI awalnya digunakan oleh Handlees Vereniging Amsterdam (HVA) atau Asosiasi Pedagang Amsterdam di Surabaya sebagai pusat aktivitas di Jawa yang mengelola 4 komoditas yakni gula, tapioka, karet dan kopi. Gedung yang diresmikan pada tahun 1925 memiliki arsitektur yang bernuansa klasik yang mengusung gaya art deco yang digabungkan dengan unsur tradisional karya arsitek Belanda, Huswit Fermont dan Ed Cuypers.
"Selain memiliki historis sebagai kantor HVA, di tempat ini juga menjadi saksi pelucutan senjata tentara Jepang oleh rakyat dan pejuang Surabaya. Gedung ini juga pernah dijadikan markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jawa Timur pimpinan drg. Moestopo. Banyak sejarah yang ada di tempat ini, masyarakat juga bisa mengenal dan belajar baik sejarah perkebunan hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan", jelasnyat.
PT Perkebunan Nusantara XI sendiri baru saja meraih penghargaan apresiasi pelestari cagar budaya tahun 2022 dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur
Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian upaya fasilitas bagi masyarakat untuk mengenal dan belajar sejarah terkait gedung cagar budaya PTPN XI heritage. Salah satunya bersama Pemkot Surabaya melalui dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dengan kegiatan Heroic Track serta TVRI Stasiun Jawa Timur yang memproduksi film dokumenter pertempuran Surabaya.
Faizal Anwar Sutradara TVRI Jawa Timur mengatakan bahwa pihaknya melakukan produksi film yang digadang-gadang menjadi sebuah kebanggaan arek Suroboyo. Kami melihat gedung PTPN XI ini saksi sejarah penting kemerdekaan Republik Indonesia yang dulu merupakan gedung HVA dan markas tentara Jepang.
"Kami menguak sejarah tersebut dalam sebuah film bekerja sama dengan beberapa pihak, komunitas Begandring Soerabaia, Pemkot Surabaya, FIP Unair termasuk PTPN XI yang sudah mengizinkan kami berproduksi film disini" kata Faizal Anwar.
Baca Juga: Sejak Empat Tahun Terakhir, Pemprov DKI Jakarta Telah Tetapkan 50 Cagar Budaya