- Empat pabrikan Tiongkok (BYD, Chery, GWM, Geely) dan VinFast bersaing mengakuisisi pabrik COMPAS Meksiko.
- Fasilitas produksi gabungan Nissan dan Mercedes-Benz ini akan berhenti beroperasi pada Mei 2026.
- Akuisisi ini mendukung ekspansi manufaktur Asia di Amerika Utara untuk menargetkan pasar Amerika Serikat.
Suara.com - Persaingan industri otomotif global semakin memanas seiring langkah ekspansi besar-besaran dari pabrikan asal Tiongkok. BYD, Chery, Great Wall Motor (GWM), serta Geely kini muncul sebagai empat penawar terakhir untuk mengakuisisi Cooperation Manufacturing Plant Aguascalientes (COMPAS) yang berlokasi di Meksiko.
Fasilitas produksi tersebut merupakan pabrik usaha patungan antara Nissan dan Mercedes-Benz yang dijadwalkan berhenti beroperasi pada Mei 2026.
Langkah ini menandai pergeseran strategis para produsen China untuk membangun basis manufaktur lokal di kawasan Amerika Utara seiring penataan ulang rantai pasok global.
Selain empat raksasa Tiongkok tersebut, dikutip dari CarNewsChina, perusahaan otomotif asal Vietnam yaitu VinFast juga dilaporkan masuk dalam tahap akhir negosiasi. Fasilitas COMPAS sendiri memiliki kapasitas produksi yang sangat besar yakni mencapai 230.000 unit per tahun.
Ketertarikan para investor ini muncul di tengah perubahan dinamika pasar dan tekanan tarif perdagangan yang semakin ketat. Selama beberapa dekade, sektor otomotif Meksiko sangat berorientasi pada pasar ekspor ke Amerika Serikat. Namun, kebijakan tarif terbaru dari pemerintah AS telah berkontribusi pada perlambatan produksi serta hilangnya banyak lapangan kerja di wilayah tersebut.
Mengambil alih pabrik yang sudah ada dinilai memberikan jalur yang jauh lebih cepat bagi pabrikan China dibandingkan membangun fasilitas baru dari nol. Strategi ini memungkinkan para produsen untuk melayani pasar domestik dan ekspor tanpa harus melewati proses perizinan panjang serta kendala birokrasi yang rumit.
Sebagai contoh, rencana pembangunan pabrik baru BYD di Meksiko sebelumnya sempat terhambat oleh masalah regulasi dan situasi geopolitik.
Pertumbuhan merek asal Tiongkok di pasar Amerika Latin memang menunjukkan tren yang sangat pesat. Data pasar mencatat bahwa pangsa pasar kendaraan buatan China di Meksiko melonjak dari angka yang sangat kecil pada 2020 menjadi sekitar 10 persen pada 2025. Fenomena ini menggambarkan bagaimana momentum ekspor mulai memengaruhi keputusan strategis terkait kapasitas produksi di luar Asia.
Hingga saat ini proses kompetitif masih terus berlangsung bagi para penawar yang berminat. Jika salah satu produsen China berhasil mengamankan pabrik ini, mereka akan memiliki kehadiran manufaktur langsung di pusat otomotif utama dunia. Keputusan final mengenai pemenang tender akuisisi ini diharapkan akan segera diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik Paling Diminati Januari 2026