Pemkot Metro Ngaji Jurus Sumpah Beruang di Kabupaten Banyumas

Metro

Jum'at, 04 November 2022 | 09:53 WIB
Pemkot Metro Ngaji  Jurus Sumpah Beruang di Kabupaten Banyumas
Studi Pemkot Metro ke Banyumas (Arief)

Metro, Suara.com- Pemerintah Kota Metro mengirimkan Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, bersama dengan Asisten II, Yeri Ehwan, , Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irianto Marhasan, Inspektur Pembantu, AC Yuliwati, serta beberapa orang pegawai Dinas Lingkungan Hidup untuk melaksanakan studi tiru pengelolaan sampah ke Kabupaten Banyumas pada Kamis (3/11/202).

Para pejabat senior di Kota Metro ini turun langsung melakukan studi  tiru guna menindaklanjuti  saran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk mengamati dan menggali informasi secara langsung pengelolaan sampah ke Kabupaten Banyumas. 

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro Yerri Noer Kartiko menjelaskan kegiatan studi tiru ini merupakan salah satu tindak lanjut saran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat hadir di Kota Metro dalam rangka peresmian Pusat Daur Ulang Sampah di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan beberapa waktu lalu,”jelasnya.

Yerri menuturkan bahwa Kabupaten Banyumas dianggap sebagai daerah yang berhasil mengelola sampahnya, sampah domestik dengan sangat baik, sesuai dengan ketentuan dan asas peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan sampah. 

“Dalam kurun waktu empat tahun terhitung sejak terjadinya krisis pengelolaan sampah pada tahun 2018 yang lalu, melalui program yang dicanangkan oleh Bupati Banyumas, yaitu Sumpah Beruang yang merupakan kependekan dari Sulap Sampah Berubah Jadi Uang,” ungkapnya.

Sementara itu Irianto Marhasan mengatakan banyak hal yang dapat dipelajari  dari Kabupaten Banyumas yang terus berkomitmen untuk mewujudkan wilayah zero waste (tanpa sampah) dengan meningkatkan/ menguatkan peran serta warga masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan dalam pengelolaan sampah. Melalui program ini, Kabupaten Banyumas optimis untuk tidak lagi mengoperasikan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS).

Disamping itu Banyumas juga berinovasi dengan  menghapuskan retribusi layanan angkutan sampah dan menggantikannya dengan iuran sampah, yang besarnya ditentukan berdasarkan kesepakatan langsung antara Kelompok Sosial Masyarakat (KSM) dengan para pelanggannya. 

“Pelayanan angkutan dan pengolahan sampah sudah tidak lagi diselenggarakan oleh Pemerintah, melainkan oleh KSM. Begitu juga belanja daerah untuk membiayai program dan kegiatan pengelolaan persampahan yang dikurangi sebesar lima puluh persen,”ungkap Irianto.

Banyumas juga membangun PDU/ TPS/ TPST3R sebanyak 29 unit di seluruh Kabupaten Banyumas, yang masing-masing dikelola oleh KSM. Pendapatan KSM berasal dari iuran sampah dan penjualan hasil pengolahan sampah. 

baca juga

“Hasil pengolahan sampah berupa barang-barang rongsokan yang masih bernilai ekonomis, sampah yang dijadikan bahan RDF, sampah yang dijadikan bahan budidaya maggot dan sampah yang akan dijadikan sebagai material bangunan, seperti paving block, genteng, papan slab, dan sejenisnya,”tambah Irianto.

Menariknya sisa sampah yang benar-benar tidak lagi dapat dimanfaatkan akan diproses dengan pyrolisis, kemudian hasilnya digunakan untuk perawatan jalan raya. Dengan demikian, tidak ada lagi, sampah yang menumpuk di TPAS.

Yerri menambahkan bahwa pada sisi penggunan teknologi, Banyumas juga memiliki dua aplikasi pengelolaan sampah, yaitu Salimas (sampah online masyarakat) dan jeknyong (ojek inyong). Aplikasi Salimas  dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan pemilahan sampah organik dan menjadikannya sebagai kompos yang kemudian akan dibeli oleh Pemerintah. 

“Sementara aplikasi Jeknyong dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan pemilahan sampah anorganik dan menjual sampah anorganik hasil pemilahan dan pengumpulan yang telah dilakukannya,”pungkas Yerri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelajari Pengelolaan Sampah,Metro Studi Tiru ke Banyumas

Pelajari Pengelolaan Sampah,Metro Studi Tiru ke Banyumas

Metro | Rabu, 02 November 2022 | 12:48 WIB

Terkini

Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu

Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Apa Boleh Menggoreng di Rice Cooker? Pahami Dulu Risikonya

Apa Boleh Menggoreng di Rice Cooker? Pahami Dulu Risikonya

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:35 WIB

IHSG Sepekan Anjlok, Rp18 Triliun Raib dari Bursa Saham

IHSG Sepekan Anjlok, Rp18 Triliun Raib dari Bursa Saham

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan

Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat

Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat

Sulsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:04 WIB

6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru

6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?

Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga

Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:54 WIB

×