Nama dirigen Aremania Yuli Sumpil menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan di Twitter.
Yuli Sumpil menjadi trending setelah membela logo Arema FC bersama puluhan Aremania yang berkumpul di depan kantor Arema FC.
Namun aksi Yuli Sumpil banyak mendapat kritik lebih membela logo Arema FC yang dibakar, dibanding nyawa 135 korban tragedi Kanjuruhan.
"Disaat arek Malang membela para korban tragedi Kanjuruhan, disaat itulah Yuli Sumpil bersama Aremania membela logo Arema FC. Ternyata nyawa tak lebih berharga daripada logo Arema FC," tulis seorang warganet, dikutip Rabu (1/2/2023).
"Aslinya orang ini (Yuli Sumpil) yang benar-benar ngerusak Aremania," sambung warganet lain.
"Yuli Sumpil telah membuka aib besar dari golongan tua Aremania. Beberapa problematik akan menghancurkan Arema dengan sendirinya," ungkap seorang warganet.
![Dirigen Aremania Yuli Sumpil. (Foto: beritajatim.com) [(Foto: beritajatim.com)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/01/1-dirigen-aremania-yuli-sumpil-disanksi-pssi-seumur-hidup-tidak-boleh-masuk-stadion-foto-beritajatimcom.jpg)
Dualisme yang terjadi di kubu Aremania belakangan banyak menjadi perbincangan karena terjadi perbedaan sikap atas tragedi Kanjuruhan yang merenggut sebanyak 135 nyawa.
Pada Minggu (29/1) massa aksi Arek Malang menggeruduk kantor Arema FC dengan tuntutan agar klub mereka mundur dari kompetisi teratas Liga Indonesia, selang 2 hari tepatnya hari Selasa (31/1) kemarin Aremania di bawah komando Yuli Sumpil melakukan Aksi juga atas nama Aremania namun dengan tuntutan yang berbeda yakni eksistensi Arema FC tidak boleh hilang.
Baca Juga: Viral Guru Cowok Bikin Konten Pegang Tangan Murid Perempuan, KPAI: Perhatikan Moral dan Kepantasan!