Belum ada setahun pasca bercerai dari Angga Wijaya, Dewi Perssik diketahui sedang berusaha menjemput kembali kebahagiaannya. Kali ini seorang pilot bernama Rully lah yang disebut-sebut sudah melamar Depe.
Momen lamaran ini seketika menjadi sorotan. Selain karena Depe yang belakangan diisukan dekat dengan Rian Ibram, juga karena Rully ternyata mantan kekasih Tessa Kaunang.
Bahkan belum lama ini Tessa mengklaim Rully sebagai sosok yang memang selalu mengajak menikah wanita yang dipacarinya. Dengan kata lain, Rully memang selalu berusaha menjalin hubungan serius, termasuk dengan Tessa dahulu.
Hal ini seperti disampaikan Tessa di hadapan awak media. Tessa lantas mengaku bahwa hubungannya dengan Rully berlangsung cukup lama sehingga teman-temannya seketika ikut heboh ketika sang pilot dikabarkan melamar Depe.
"Saya mulai hubungan 2018 sampai 2019, ya udah, selesai. Di situ saya nggak ada komunikasi lagi sama sekali," jelas Tessa, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Senin (13/2/2023).
"Dulu saya menjalin hubungan lumayan lama satu tahun lebih, jadi banyak temen-temen saya yang juga tahu, makannya banyak yang langsung heboh," sambungnya.
Menjalin hubungan sampai setahun lebih membuat Tessa memahami perangai Rully. Rupanya menurut Tessa, Rully merupakan sosok yang sebenarnya bertanggung jawab.
"Tapi kan dari setiap orang itu kan tidak bisa kita samakan, (yaitu) masalah kecocokan," jelas Tessa, menyiratkan penyebab hubungannya dengan Rully kandas.
"Waktu itu tidak bisa cocok sama karakternya, sama sifatnya, itu kan nggak bisa dipaksakan," lanjut mantan istri Sandi Tumiwa tersebut.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Ketagihan Kesurupan: Itu Rasanya Keren Banget!
Salah satu yang memunculkan rasa tidak cocok dan tak nyaman itu adalah sifat Rully yang cenderung keras. Hal ini lantas dia kaitkan dengan asal daerah Rully, yakni dari Makassar, Sulawesi Selatan.
"Nggak cocok, karena kita punya karakter yang berbeda, sifat yang berbeda, sikap yang berbeda, itu saja sih," tutur Tessa.
"Karakternya bisa dibilang karena dia orang Makassar, ya jadi agak keras," sambungnya. Bahkan di satu titik sifat keras dan memimpin Rully ini dianggap otoriter oleh Tessa sehingga dirinya tidak lagi bisa mengalah.
Tessa menyebut hubungan mereka kala itu menemui banyak perbedaan, yang semestinya diselesaikan dengan saling mengalah dan mengesampingkan ego.
"Banyak hal yang menurut dia benar, tapi buat saya mungkin nggak benar atau salah. Harusnya sih saling mengalah, tapi di saat itu tidak bisa," tegasnya.
Namun Tessa juga mengingatkan bahwa setiap hubungan memiliki warna dan dinamikanya sendiri. Dengan kata lain, bila menurutnya ada beberapa sifat Rully yang tidak bisa ditolerir, bisa jadi orang lain akan menerimanya termasuk Depe.