Publik tengah dihebohkan dengan kasus pejabat yang memiliki harta kekayaan tak wajar.
Mulanya Rafael Alun Trisambodo, eks pegawai pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kemudian lanjut ke Eko Darmanto selaku Kepala Direktorat Bea Cukai (DCBC) Yogyakarta.
Sekarang publik tengah menyorot kelakuan pejabat dengan harta tak wajar lainnya, yakni Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Makassar, Andhi Pramono.
Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku sudah menyerahkan hasil analisis transaksi keuangan Andhi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal 2022 lalu.
"Kami sudah kirim HA (hasil analisis) ke KPK sejak awal 2022-an yang bersangkutan (Andhi)," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, dikutip dari Suara.com, Rabu (8/7/2023).
Ivan menerangkan, pola transaksi keuangan Andhi mirip seperti Rafael Alun.
Andhi diduga menggunakan nominee alias mengatasnamakan orang lain dalam transaksi keuangannya.
"Ya, dugaan demikian (terdapat nomine)," lanjut Ivan.
Andhi sendiri viral di media sosial lewat video yang diunggah akun Twitter @PartaiSocmed.
Video itu memperlihatkan Andhi yang memiliki rumah mewah di kawasan Cibubur dengan judul videonya 'Gaya Hidup Mewah Para PNS Kemenkeu'.
Usai Rafael Alun Trisambodo, Kini Harta Kekayaan Kepala Bea Cukai Makassar Ikut Dianggap Janggal
Metro Suara.Com
Rabu, 08 Maret 2023 | 16:19 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Mahfud MD Dapati Laporan Transaksi Mencurigakan Senilai Rp300 T, Sebagian Besar di Ditjen Pajak dan Bea Cukai
08 Maret 2023 | 16:14 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Your Say | 14:04 WIB
Your Say | 14:03 WIB
Entertainment | 14:01 WIB
Video | 14:00 WIB
Your Say | 14:00 WIB
Bola | 13:54 WIB