Korban kebakaran Pertamina Plumpang mengaku mendapat arahan untuk tidak menuntut Pertamina setelah diberikan santunan sebesar Rp10 juta.
Dalam sebuah video, Iriyanto yang merupakan keluarga korban kebakaran Pertamina Plumpang mengaku mendapat santunan Rp 10 juta dari pihak yang mengaku orang Pertamina.
Namun saat memberi santunan, dirinya diberi pesan untuk tidak menggugat perusahaan milik negara tersebut.
"Dalam kondisi tidak punya duit. Saya dikasih duit, bayangkan saja orang tidak punya duit dikasih duit ya terima saja. Orangnya menyatakan dari Pertamina. Pas dikasih kita tidak baca suratnya, karena memang dalam kondisi berduka," ujar Iriyanto, dikutip dari insta.nyinyir, Kamis (9/3/2023).
![Kebakaran di fasilitas Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3/2023). [Twitter/Istimewa]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/03/03/1-kebakaran-di-fasilitas-depo-pertamina-plumpang-jakarta-utara-jumat-332023.jpg)
Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan masih ada 32 warga yang dirawat di rumah sakit akibat kebakaran Pertamina Plumpang pada Jumat, 3 Maret 2023 lalu.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ada 19 korban meninggal dunia dalam kejadian kebakaran depo Pertamina Plumpang. Data ini per pukul 06.00 WIB, Kamis (9/3/2023).
"Hingga pukul 06.00 WIB, korban meninggal berjumlah 19 jiwa. Sedangkan untuk korban dirawat sebanyak 32 jiwa sedang dalam penanganan tim medis di 6 rumah sakit," kata Isnawa dalam keterangannya.
Selain itu, sebanyak 206 jiwa masih mengungsi di tiga posko pengungsian. Antara lain di Kantor PMI Jakarta Utara dengan rincian 101 jiwa dan di RPTRA Rasela berjumlah 25 jiwa, dan di Posko Pengungsian RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan berjumlah 80 jiwa.