Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dikenal kerap menyampaikan pernyataan kontroversial. Termasuk klaim terbarunya yang viral di media sosial, sebab Megawati sesumbar dirinya pasti masuk surga.
Dalam narasi yang beredar, Megawati disebut-sebut mengaku pasti masuk surga lantaran malaikat mengenal sosok ayahnya, Soekarno.
"Megawati saya sudah Jelas masuk surga malaikat kenal sama bapak saya Soekarno," seperti itulah narasi yang beredar dalam bentuk tangkapan layar artikel online, dikutip pada Rabu (15/3/2023).
Tampak artikel itu diunggah oleh DEMOCRAZY News pada 16 Februari 2023. Tangkapan layar artikel ini semakin viral setelah diedarkan oleh salah satu akun Facebook pada Minggu (12/3/2023).
"Parah.... Sumpah... jangan-jangan sudah di ubun-ubun Malaikatnya... Dulu bilang SURGA hanya ILUSI sekarang sudah dapat KAVLINGAN SURGA...Walah.... Sadar mbah..." tulis pemilik akun yang memviralkan konten tersebut.
Namun seperti apakah kebenarannya?
PENJELASAN
Dikutip dari garut.suara.com -- jaringan Suara.com, terungkap bahwa narasi yang beredar itu tidak tepat.
Setelah dilakukan penelusuran ke situs Democrazy.id, memang ada artikel mengenai Megawati Soekarnoputri yang diunggah pada tanggal yang sama seperti tertera di tangkapan layar tersebut.
Baca Juga: Demokrat Khawatir Tak Ada yang Berani Lawan Anies, Herzaky: Ujung-ujungnya Tunda Pemilu
Namun judul artikel yang asli jauh berbeda dari yang terlihat di tangkapan layar menghebohkan tersebut. Alih-alih membicarakan surga, Megawati rupanya meminta maaf karena mengkritik kegemaran mengaji ibu-ibu.
"Megawati: Maaf Beribu Maaf Ini, Kenapa Ibu-Ibu Sekarang Kok Seneng Banget Ngikut Pengajian?" seperti itulah judul asli dari artikel yang diviralkan.
Dengan kata lain, judul artikel yang asli telah diedit sedemikian rupa sehingga memunculkan narasi Megawati sesumbar bisa masuk surga.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang beredar tentang Megawati Soekarnoputri bersikap sesumbar bisa masuk surga karena malaikat mengenal ayahnya adalah tidak tepat.
Pasalnya artikel yang asli rupanya memuat kritikan sang Ketua Umum PDI Perjuangan terhadap kegemaran mengaji ibu-ibu.