Mandor proyek Masjid Sheikh Zayed Solo dikabarkan mengutang di sebuah rumah makan bernama Restu Bunda dengan nominal mencapai Rp 150 juta. Hal itu membuat Gibran Rakabuming selaku Wali Kota Surakarta terkejut dan geram.
Dalam wawancara singkat bersama Dian sebagai pemilik warung makan yang dibagikan oleh kanal YouTube Berita Surakarta, Dian mengaku sebelumnya sudah ada perjanjian untuk membayar tagihan makan.
Menurut keterangan Dian, mulanya para mandor akan membayar uang makan dua minggu sekali. Namun seiring berjalannya waktu, waktu pembayaran semakin telat hingga akhirnya utang menumpuk.
"Ada perjanjian, perjanjiannya di awal dua minggu sekali pasti terbayarkan. Sedangkan dari sisi mandornya, dari segi perusahaannya, nggak on time, nggak dua minggu sekali. Bahkan terkadang empat minggu sekali baru dibayar," ucap Dian.
Dian mengatakan ada tiga mandor yang mengutang di warungnya sejak awal 2020. Masing-masing nominal utang sekitar Rp 65 juta, Rp 50 juta, dan Rp 35 juta.
"Total utang ada tiga mandor. Satu mandor 65 juta, yang kedua 50an sekian juta, yang ketiga 35 tapi udah dicicil jadi tinggal 30 juta," jelas Dian.
Dengan total sekitar Rp 150 juta, Dian sendiri menempuh jalur kekeluarkan karena para mandor masih memiliki komitmen untuk membayar. Ia rela menagih uang miliknya dengan mendatangi para mandor tersebut.
"Kalau saya sendiri door to door, dalam artian saya mengunjungi mandor itu karena ada perjanjian hitam di atas putih. Jadi saya datangi rumahnya, minta gimana kepastiannya karena ada yang kabur tanpa ngasih say hello. Otomatis kan saya harus datang ke sana," ungkap Dian.
Namun jika kesepakatan itu tak berjalan lancar, Dian tak segan untuk menempuh jalur hukum. Hingga saat ini, ia terpaksa menjual barang berharga seperti perhiasan agar warung makannya tetap bisa beroperasi.
Baca Juga: Teman Sering Dipukuli Pacar? Segera Lakukan 4 Hal Ini untuk Pertolongan Pertama
Di sisi lain, Gibran tak menyangka jika ada mandor proyek pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed yang mengutang hingga ratusan juta. Putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku telah menelepon mandor yang bersangkutan dan akan menagihnya.
"Sudah ditelepon mandornya, mandornya yang salah. Dari Waskita (kontraktor) sudah menyelesaikan tugasnya, kewajibannya, nah ini salah mandornya," tutur lelaki yang akrab disapa mas wali itu.
Lebih lanjut, Gibran merasa kasihan dengan pemilik warung makan. Ia menyebut akan menagih utang tersebut dan menyelesaikan urusan itu secara jantan.
"Kasihan, utang sampai ratusan juta. Saya sudah cari orangnya, nanti ditagih. Dirampungke koyo cah lanang (diselesaikan secara jantan), ngebon kok ngasi (utang kok sampai) ratusan juta," tambah Gibran.
Selain itu, Gibran berharap urusan tersebut akan selesai pada minggu ini. Jika tidak, maka ia akan mendatangi mandor yang bersangkutan.
Masjid Raya Sheikh Zayed sendiri dibangun dengan anggaran dari Uni Emirat Arab sebesar Rp 300 miliar.
Video tersebut menuai beragam komentar. Tak sedikit warganet yang memuji sikap Gibran.
"Sangat beruntung Solo punya pemimpin yang sangat peduli pada warganya. Sehat selalu mas Gibran," tulis akun Toni Cimot
"Semoga bisa terselesaikan urusannya. Tadi kayaknya pak wali bilang sudah mengutus orang untuk mencari mandornya dan semoga cepat ketemu, biar usaha pak wali dalam membantu warganya bisa berhasil," komentar Bonesa Group
"Sebagai pengusaha katering, mas Gibran dapat merasakan bagaimana sedihnya orang berutang nasi," tambah Happi Andri