Ferdy Sambo saat ini tengah mendekam di ruang tahanan setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Namun belakangan ini, suami Putri Candrawathi itu dikabarkan mencoba kabur dari Nusakambangan sehingga petugas lapas harus menembak kakinya dan hal itu menyebabkan kaki Ferdy Sambo lumpuh.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube KANAL BERITA dengan mengunggah sebuah video berjudul "SAMBO MENCOBA KABUR DARI NUSA KAMBANGAN // SAMPAI DILUMPUHKAN OLEH PETUGAS LAPAS".
Tak hanya itu, narasi dalam thumbnail juga memiliki keterangan serupa. Pada thumbnail terlihat potret Ferdy Sambo sedang duduk di atas kursi roda dengan tangan terikat dan memakai baju tahanan.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 900 penayangan. Namun, benarkah Ferdy Sambo mencoba kabur dari Nusakambangan hingga ditembak petugas lapas?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 2 detik tersebut, klaim tersebut adalah salah. Tidak ditemukan bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Ferdy Sambo kabur dari Nusakambangan.
Narator dalam video menyampaikan informasi serupa yang didapat dari kanal YouTube lainnya dan menyatakan bahwa kabar itu tidak benar.
Hingga akhir video, tidak ada penjelasan secara resmi yang menyebutkan bahwa Ferdy Sambo kabur dari Nusakambangan.
Baca Juga: Tampilan Muka WhatsApp Android Kini Mirip iOS, Update Tombol Navigasi
Ferdy Sambo sendiri saat ini masih ditahan di dalam penjara di Mako Brimob dan tengah menunggu putusan banding diumumkan pada 12 April 2023.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ferdy Sambo mencoba kabur dari Nusakambangan merupakan berita bohong atau hoaks.
Pengunggah video sengaja mengedit foto dalam thumbnail dan menulis judul yang dapat menggiring opini publik. Video tersebut dapat dikategorikan sebagai misleading content karena berisi berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].