Hari Raya Idul Fitri akan tiba dalam hitungan hari. Tentu ada sejumlah tradisi yang mengiringi, termasuk melakukan ziarah kubur sesudah puasa Ramadhan alias pada hari lebaran.
Namun seperti apa hukum melakukan ziarah kubur saat Idul Fitri? Hal inilah yang dijawab oleh Ustaz Abdul Somad dalam salah satu kajiannya, dikutip dari YouTube Shorts unggahan akun @santridesa1991.
"Bolehkah ziarah kubur seperti kebiasaan di tempat kami, beramai-ramai hanya di hari itu saja, (yaitu) sebelum dan sesudah bulan Ramadan?" tutur Ustaz Abdul Somad membacakan pertanyaan jemaahnya, dikutip pada Selasa (18/4/2023).
Tanpa ragu-ragu, UAS menegaskan tidak ada yang salah dengan berziarah pada Hari Raya Idul Fitri.
"Berziarah pada sebelum Ramadhan, pada Hari Raya (Idul Fitri), boleh, tak masalah," tegas UAS.
"Yang tak boleh itu mengkhususkan hari tertentu tanpa dalil dengan mengatakan ada keutamaan," sambungnya.
Misalnya saja memilih berziarah di hari tertentu dengan anggapan banyak malaikat turun pada hari tersebut tetapi tidak ada dalil yang membenarkannya.
UAS sendiri berpandangan ziarah kubur saat Hari Raya Idul Fitri adalah tradisi yang menyesuaikan aktivitas masyarakat, yakni kebanyakan baru bisa pulang kampung karena mendapat cuti lebaran.
Berarti sudah jelas bila ziarah kubur saat Idul Fitri diperbolehkan. Lantas seperti apa tata cara dan doa yang dibaca di sana?
Baca Juga: Bacaan Niat Salat Idulfitri Lengkap dengan Arti dan Tata Cara Pelaksanaannya
Dikutip dari Suara.com, berikut ini tata cara cara ziarah kubur saat Idul Fitri sesuai sunnah, yakni:
1. Diutamakan berwudhu terlebih dahulu
2. Mengucap salam kepada ahli kubur
3. Memanjatkan doa kepada Almarhum
4. Membaca ayat-ayat pendek Al Quran
5. Jangan menginjak bagian atas makam
6. Jangan bertindak berlebihan
Lalu seperti apa lafal doa saat melakukan ziarah kubur?
Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.
Yang artinya,
"Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya."