Berita mengejutkan datang dari dunia hiburan, disebutkan pedangdut cantik ditangkap usai menghabisi anaknya yang dilahirkan akibat sepi job.
Informasi itu disampaikan melalui video di kanal YouTube Coretan Tinta Selebritis dengan judul "Detik Detik Penangkapan Pedangdut Cantik Usai Menghabisi Anaknya yang Baru Dilahirkan".
Sampul video menampilkan cuplikan pembawa berita yang mengabarkan seorang perempuan hijab dengan baju tahanan, yang didampingi aparat.
Kemudian, ada juga foto mobil ambulance dengan iringan kendaraan lainnya.
Keterangan pada sampul video tertera miris!! pedangdut ini tega habisi nyawa putrinya diduga karena sepi job manggung.
Hingga kini, video ini telah ditonton lebih dari 43.000 kali.
Lantas, benarkah pedangdut cantik ditangkap usai menghabisi anaknya yang dilahirkan karena sepi job manggung?
CEK FAKTA
Usai dilakukan penelusuran pada video berdurasi 3 menit 8 detik, informasi yang disampaikan salah.
Tidak ada informasi valid dan bukti nyata seputar apa yang disampaikan pada sampul video.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, gegerkan jagat dunia maya pedangdut cantik ini tega membunuh buah hatinya sendiri," ujar narator mengawali video tersebut.
Pedangdut yang dimaksud disebutkan narator adalah Hikmah Satwika Kuncoro Putri.
Namun, dari penjelasan kepolisian alasan pedangdut itu menghabisi nyawa putrinya adalah malu memiliki anak di luar pernikahan, bukan karena sepi job manggung.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian informasi di atas, kabar pedangdut yang tega menghabisi nyawa putrinya yang baru dilahirkan karena sepi job adalah tidak benar alias hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].