CEK FAKTA: Adakah Tenaga Kerja Asing Asal China di Sukabumi yang Ditangkap dan Sudah Punya Lahan untuk Berkebun?

Metro

Kamis, 20 Juli 2023 | 07:07 WIB
CEK FAKTA: Adakah Tenaga Kerja Asing Asal China di Sukabumi yang Ditangkap dan Sudah Punya Lahan untuk Berkebun?
CEK FAKTA, benarkah TKA China memiliki lahan di Sukabumi untuk berkebun? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi memaksakan informasi bahwa TKA dari China sudah punya tanah untuk dan bebas tinggal di Indonesia.

Dalam membangun beberapa infrastruktur di Indonesia, pemerintah bertumpu kepada tenaga kerja asli indonesia serta Tenaga Kerja Asing atau TKA.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, sebuah akun bernama @dhemit_is_back dari media sosial Twitter telah mengunggah video berjudul "TKA China tertangkap d Sukabumi mereka telah mempunyai lahan tuk berkebun dan mana yang teriak NKRI, dsaat negara krisis tp org asing bebas gentayangan".

Foto thumbnail adalah sebuah mobil dengan pelat nomor merah, ada angan aparat menunjuk, serta tulisan pengantar "Rakyat Dibatesin Tapi TKA China Dibebaskan Keruk Hasil Bumi. Masih Bilang Ini Hoax? Masih Mauu Di Kadalin Rezim Dan Petugas Partai?"

Video di media sosial Twitter ini menunjukkan sebuah operasi penangkapan beberapa orang di Sukabumi yang diduga sebagai TKA  dari China. Video yang diunggah oleh akun bernama @dhemit_is_back ini menyatakan klaim TKA China bebas tinggal di Indonesia dan mereka yang ditangkap telah memiliki lahan untuk berkebun.

PENJELASAN

Turnbackhoax.id menelusuri lebih lanjut video ini, dan ditemukan sebagai berikut:

* Orang yang ditangkap bukan TKA China
Fakta: orang-orang yang ditangkap di dalam video bukan TKA seperti yang dinyatakan dalam klaim video. Mereka warga asing biasa yang masih ditelusuri status dan izin tinggalnya di Indonesia.

* Soal TKA China memiliki lahan buat berkebun
Fakta: tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa orang-orang yang ditangkap telah memiliki lahan untuk berkebun.

Dikutip Turnbackhoax.id dari detik.com, disebutkan bahwa operasi penangkapan terhadap orang asing ini terjadi pada Juli 2021. Melalui penangkapan ini, diketahui terdapat empat orang WNA China dan satu WNA Malaysia yang tinggal di bedeng mirip vila di kawasan perbukitan area tambang di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Intelijen Penindakan dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Sukabumi, Taufan, menyatakan bahwa pihaknya melakukan operasi penangkapan mandiri setelah menerima informasi dari masyarakat setempat tentang aktivitas warga asing di areal tambang yang tidak berbahasa Indonesia dengan jelas. Kecurigaan pun semakin besar setelah beberapa warga asing yang ditemui tersebut melakukan penyamaran menjadi petani dan beberapa di antaranya berupaya untuk melarikan diri. Namun Taufan memastikan bahwa dari lima orang yang telah ditangkap, tidak ada satupun dari mereka yang melakukan aktivitas pertambangan.

KESIMPULAN

Video di Twitter berjudul "TKA China tertangkap d Sukabumi mereka telah mempunyai lahan tuk berkebun dan mana yang teriak NKRI, dsaat negara krisis tp org asing bebas gentayangan" masuk kategori hoax dengan konten yang menyesatkan atau misleading content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEK FAKTA: Apa Benar Ganjar Pranowo Mengalami Hal Tidak Diinginkan Selama di Mekkah Akibat Lakukan Fitnah Anies Baswedan?

CEK FAKTA: Apa Benar Ganjar Pranowo Mengalami Hal Tidak Diinginkan Selama di Mekkah Akibat Lakukan Fitnah Anies Baswedan?

Metro | Kamis, 20 Juli 2023 | 06:28 WIB

CEK FAKTA: FIFA Berikan Kebijakan, Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?

CEK FAKTA: FIFA Berikan Kebijakan, Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?

Metro | Rabu, 19 Juli 2023 | 13:04 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Seluruh Wali Kota di Indonesia Dukung Anies Baswedan di Pemilu 2024?

CEK FAKTA: Benarkah Seluruh Wali Kota di Indonesia Dukung Anies Baswedan di Pemilu 2024?

Metro | Rabu, 19 Juli 2023 | 11:09 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Subianto Mundur dari Konstestasi Pemilu 2024 karena Tak Kuat Hadapi Persaingan dengan Anies Baswedan?

CEK FAKTA: Prabowo Subianto Mundur dari Konstestasi Pemilu 2024 karena Tak Kuat Hadapi Persaingan dengan Anies Baswedan?

Metro | Rabu, 19 Juli 2023 | 08:47 WIB

CEK FAKTA: Apa Betul Prabowo Subianto Janjikan Duit Tanpa Diundi Kepada Siapa Saja yang Mendukungnya?

CEK FAKTA: Apa Betul Prabowo Subianto Janjikan Duit Tanpa Diundi Kepada Siapa Saja yang Mendukungnya?

Metro | Rabu, 19 Juli 2023 | 07:45 WIB

CEK FAKTA: IMF dan Uni Eropa Bakal Gagalkan Indonesia Masuk BRICS, Presiden Vladimir Putin Siap Beking Negara Kita?

CEK FAKTA: IMF dan Uni Eropa Bakal Gagalkan Indonesia Masuk BRICS, Presiden Vladimir Putin Siap Beking Negara Kita?

Metro | Selasa, 18 Juli 2023 | 17:23 WIB

Terkini

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB