Ada yang sebatas tahu semua orang Indonesia adalah bangsa Melayu? Arie Kriting siap mencerahkan sudut pandang ini.
Arie Kriting adalah sosok seniman yang menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Termasuk mengenalkan kembali budaya dan keberadaan warga bagian Indonesia Timur yang dikenal sebagai orang Timur. Pemaparannya seputar ras Melanesia trending dan viral di media sosial Tiktok akhir pekan kemarin. Banyak diunggah ulang dan diamini bahagia bagi mereka yang berasal dari bagian timur Indonesia, sekaligus bisa menjadi wacana bagi masyarakat se-Tanah Air.
"Kalau yang rambut keriting jelek, yang rambut lurus bagus, kenapa kita mesti mempertahankan? Haruskah kita jadi orang Timur? Menurut saya, harus sekali," buka Arie Kriting setelah mengucap salam.
"Kita jangan sampai lupa kita punya harga diri," ungkapnya dilanjutkan contoh tentang film yang mengambil tokoh orang yang berada di Samudera Pasifik dan mencari nenek moyangnya.
"Kadang-kadang kita lupa asal karena sibuk memodernisasi diri. Padahal untuk mengetahui ke mana kita menuju, kita harus tahu dari mana kita berasal," lanjut suami dari artis Indah Permatasari ini.
Untuk itu, Arie Kriting menyatakan bahwa penting menggali kembali peradaban orang-orang Timur. Apalagi hanya sedikit buku sejarah mengupas tentang sejarah orang Timur.
"Kita tahu tentang Kerjaan Sriwijaya, Majapahit, Kediri, dan Singosari, tetapi sangat sedikit yang kita ketahui tentang Gorontalo. Hanya sedikit kita tahu tentang Sultan Nuku (pahlawan Nasional asal Tidore, Kepulauan Maluku, red), dan apa yang ia kerjakan. Padahal epos (cerita kepahlawanan) yang terbesar, lebih tebal dari kisah Mahabharata adalah La Galigo (dari Luwu, Sulawesi Selatan), punya orang Timur," tuturnya, sebagaimana dikutip dari unggahan ulang akun TikTok bernama Paskalis.
"Secara intelektual kita dimiskinkan saat ini. Padahal kita sudah penting sejak dahulu kala," kata ayah satu anak lelaki ini.
Kemudian Arie Kriting membahas soal ras Melanesia. Baginya penting untuk membahas dari mana kita semua berasal. Menurutnya, di Indonesia ras Melayu, Arab, dan Tionghoa punya banyak suara. Saatnya Melanesia demikian pula.
"Jadi bila kita lahir sebagai orang Melanesia, tidak boleh dipungkiri, kita memang orang Melanesia," tandasnya sembari mencontohkan saat membuat posting tentang ras Melanesia ke media sosial.
"Bahkan orang yang menyanggah ini tidak pernah benar menuliskan Melanesia, pertama malanesia, kedua melenisia, nah seminim itu pemikiran orang tentang ras kita ini?" kata Arie Kriting setengah bertanya, yang disambut tawa para undangan yang mendengarkan pemaparannya.
Ia lantas menggarisbawahi bahwa Bhinneka Tunggal Ika membicarakan keberagaman. Keberagaman itu tidak menistakan perbedaan.
"Artinya apa, kita harus bisa menerima dahulu perbedaan, baru kita bisa syukuri sebagai sebuah kekayaan. Kita semua benar-benar Melanesia: Papua, Ambon, Wakatobi, sebagian orang Alor, Sangihe Talaud ke atas itu Melanesia. Melanesia artinya Nusa Hitam, katong yang hitam itu tidak punya kepercayaan diri karena kita memang dimatikan secara karakter. Itu dulu, sekarang tidak. Dan kami inilah kekayaannya Indonesia. Indonesia jangan melupakan bahwa Melanesia itu adalah kekayaan mereka juga," urai Arie Kriting dengan bernas.
Bicara Orang Timur dan Ras Melanesia, Penjelasan Arie Kriting Ini Banyak Diunggah Ulang di Media Sosial
Metro Suara.Com
Selasa, 22 Agustus 2023 | 07:54 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Beredar Viral Video Nursyah Diduga Sindir Indah Permatasari, Netizen: Red Flag!
22 Agustus 2023 | 06:45 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Otomotif | 15:05 WIB
Entertainment | 15:04 WIB
Video | 15:03 WIB
News | 14:59 WIB
Sulsel | 14:58 WIB
Video Ikut Turnamen Internasional Viral, Kemampuan Billiard Fajar Alamri di Usia 5 Tahun Bikin Kagum
Entertainment | 14:55 WIB
Your Say | 14:51 WIB