Pihak FIFA dikabarkan resmi membubarkan Piala AFF U-23 karena banyak mafia bola yang mengatur pertandingan tersebut. Namun, informasi tersebut merupakan disinformasi.
Setelah dilakukan pengecekan fakta, kabar yang menyebut bahwa FIFA resmi membubarkan Piala AFF U-23 merupakan berita palsu atau hoaks.
Informasi ini sendiri dibagikan oleh kanal YouTube Sportipedi yang mengunggah video berjudul "MAM***!! Presiden FIFA Resmi Bubarkan Piala AFF U-23 2023 yang Diatur Mafia Bola".
Memiliki durasi 2 menit 55 detik, disebutkan bahwa ketua umum PSSI Erick Thohir melapor kepada FIFA terkait masalah tersebut sehingga Piala AFF U-23 dibubarkan.
Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 30.000 penayangan. Lantas, bagaimana penjelasannya?
![Benarkah FIFA bubarkan Piala AFF U-23 karena diatur oleh mafia bola. [[YouTube/Sportipedi]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/25/1-benarkah-fifa-bubarkan-piala-aff-u-23-karena-diatur-oleh-mafia-bola.jpg)
PENJELASAN:
Narator dalam video tersebut membuat narasi seolah-olah mafia bola mengatur pertandingan Piala AFF U-23. Faktanya, FIFA hingga kini tidak memberikan pengumuman maupun keterangan resmi terkait pembubaran Piala AFF U-23 2023.
Tak hanya itu, tidak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa Erick Thohir membuat laporan kepada FIFA soal kecurangan yang ada di Piala AFF.
Dengan kata lain, isi video tersebut tidak selaras dengan judul yang tertera. Terbukti bahwa kabar yang menyebutkan FIFA resmi membubarkan Piala AFF U-23 karena terlalu banyak mafia bola merupakan berita bohong.
Baca Juga: Tak Jadi Ngekos, Intip 10 Potret Apartemen Mewah Inge Anugrah yang Punya Lift Pribadi
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].