Terbaru, lima naturalisasi Belanda dikabarkan ditolak gabung Timnas Indonesia padahal sudah tiba di Jakarta adalah disinformasi.
Setelah tim Metro melakukan cek fakta pada video berjudul "MIRIS, SUDAH TIBA DI IBUKOTA JAKARTA!! 5 Naturalisasi Belanda Ditolak Gabung Timnas, Begini Faktanya" yang diunggah di kanal YouTube Liganya Dagelan merupakan kabar yang salah.
Berdasarkan dari berbagai sumber, tidak ditemukan bukti valid pendukung klaim kabar di atas.
Bukan ditolak Timnas, justru Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dikabarkan tengah gencar merekrut pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri.
Beberapa nama yang bergabung dengan Timnas Indonesia merupakan naturalisasi yakni Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.
Tidak hanya itu, setidaknya masih ada lima pemain naturalisasi yang disebut-sebut masuk target pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong.
![Benarkah, 5 Naturalisasi Belanda Ditolak Gabung Timnas Padahal Sudah Tiba di Jakarta? [(YouTube/Liganya Dagelan)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/03/1-benarkah-5-naturalisasi-belanda-ditolak-gabung-timnas-padahal-sudah-tiba-di-jakarta.jpg)
Nama-nama pemain tersebut meliputi Joey Pelupessy yang merupakan pemain sepak bola keturunan Indonesia, lahir di Belanda dengan posisi gelandang bertahan.
Marc Klok, pria berusia 30 tahun ini telah menjadi pemain naturalisasi dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala Asia 2023.
Kemudian Jay Idzes yang ada di posisi central midfielder dan defensive midfielder.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Negara-Negara ASEAN di FIFA Matchday September 2023, Indonesia Kapan?
Lalu, Ragnar Oratmangoen yang memiliki darah Maluku dengan posisi sebagai striker.
Dan Emil Audero yang berposisi sebagai penjaga gawang di klub Serie A Samdoria.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].