Pemain timnas wanita Indonesia yang juga sempat memperkut Persija putri, Zahra Muzdalifah membeberkan borok alias kondisi miris sepak bola di tanah air.
Dalam sebuah wawancara bersama media asing asal Jepang, Sankei, Zahra Muzdalifah mengatakan, masalah terbesar perkembangan sepak bola wanita Indonesia ialah tidak adanya kompetisi profesional.
"Masalah terbesar adalah tidak adanya liga di negara saya. Tanpa adanya turnamen, kita tidak bisa menetapkan tujuan dan para pemain tidak memiliki motivasi untuk berlatih dan mengasa diri," ujar Zahra, dikutip Minggu (3/9/2023).
Ia pun mengaku kondisi inilah yang akhirnya membuat dirinya terpaksa harus pergi ke luar negeri untuk bermain.
"Tiga anggota Timnas Indonesia Putri, termasuk saya terpaksa pergi ke luar negeri untuk bermain," katanya.
Zahra merasa dirinya sangat beruntung. Namun ia juga menyayangkan karena masih banyak pemain wanita di Indonesia yang tidak bisa mendapat kesempatan yang sama.
"Saya beruntung, tapi tidak dengan banyak pemain wanita lainnya di Indonesia," ujar kapten Timnas Indonesia dalam Asian Games 2018 itu.
Diketahui Zahra Muzdalifah sempat memperkuat tim Persija Putri, sekaligus menyandang ban kapten. Berkat performanya tersebut, Zahra pun mendapat panggilan membela Timnas wanita Indonesia di ajang Asian Games pada 2018.
Baca Juga: Bubar dengan Anies Baswedan, Puan Maharani Cari Kesempatan Rayu Demokrat Gabung PDIP