Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan munculnya isu soal Fuji menahan gaji karyawannya, beredar tangkap layar yang menunjukkan chat Fuji berkata kasar kepada sang karyawan.
Media sosial pun langsung heboh. Terlebih, orang yang menyebarkan hal itu juga menyebut bahwa dirinya masih punya beberapa bukti lainnya yang menyebut kalau Fuji memang terbiasa kasar kepada para karyawannya.
Namun, sebuah akun TikTok @ms.tiaras, mengunggah sebuah video berisi opini pribadi yang bernada membela Fuji.
Perempuan pemilik akun tersebut menyebut bahwa Fuji adalah sosok anak muda yang punya etos kerja tinggi, yang dibuktikan dengan kemampuannya membeli sebuah rumah mewah seharga Rp 20 miliar secara tunai.
"Lu tau di usia segitu dia udah punya rumah Rp 20 M lunas? Kalo dia gak punya etos kerja tu anak, yang kata lo anak bocah, ga punya etika, kalo Fuji ga punya etos kerja, ga mungkin dia punya Rp 20 miliar di usia segitu," katanya.
Perempuan tersebut kemudian menduga-duga alasan kenapa Fuji menahan gaji karyawannya. Ia menyebut, mungkin saja ada banyak tugas yang belum atau tidak dikerjakan oleh si kameraman, sehingga membuat Fuji marah.
"Trus katanya Fuji melakukan perbuatan menahan gaji karyawannya. Gue tuh jadi mikir ya, Fuji nahan gaji karyawannya karena apa ya. Apa karena banyak tugas si kameramen tidak dikerjakan, sengaja ditahan file-nya supaya seolah-olah Fuji itu mohon-mohon dia balik lagi, nanti skrinsyut lagi, posting di media sosial," katanya menduga-duga.
Terakhir, ia juga menyebut bahwa kata-kata yang ditulis Fuji di chat kepada mantan karyawannya itu masih tergolong halus.
"Kalo gue mah ya, ngeliat kata-kata begitu, itu masih halus. Kalau lo anak-anak yang sudah lulus production house, lo anak-anak yang sering ngerjain project-project, paham itu bahasa masih halus banget ya Allah," katanya lagi
Perempuan itu kemudian menantang para warganet yang kerap menghujat sang selebgram untuk merasakan menjadi Fuji sehari saja, untuk mengetahui besarnya tekanan yang dihadapinya setiap hari.
"Lu cobain deh di posisinya Fuji, dalam satu hari itu dia bisa negrejain itu 10 kali pekerjaan, gak di sosial media, ga off air, gak on air. Kira-kira tingkat emosi lo kaya gimana ya kalau punya karyawan yang lelet gitu?" pungkasnya.