Baru-baru ini beredar kabar berisi klaim Presiden Jokowi alias Joko Widodo mengusir dubes China dan Malaysia dari Indonesia. Kabar tersebut menyebut Jokowi usir dubes China dan Dubes Malaysia karena naik pitam.
“Jok0wi naik pitam usir dubes china dan malaysia dari indonesiaa,” tulis narasi yang diunggah akun Facebook Icha 45.
Penjelasan
Diketahui, ada 7 jenis Mis dan Disinformasi berdasarkan First Draft News. Konten yang mengklaim Jokowi usir dubes China dan Malaysia itu termasuk dalam “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”. [1]
Setelah ditelusuri, konten video tersebut membagikan konten berisi hal yang menimbukan kesimulan yang MENYESATKAN. Video tersebut berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Saat disaksikan, video ternyata berisi pembacaan artikel tentang konflik Rusia vs Ukraina dengan mengganti bagian-bagian tertentu yang mengaitkan dengan Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia.
Verifikasi Video
Potongan video yang digabungkan dalam konten tersebut nyatanya tidak berkaitan dengan tema yang diangkat dalam video tersebut. Video yang identik dengan konten tersebut yakni tayangan video KOMPASTV di YouTube.
“JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Jokowi membeberkan keluhan yang ia terima terkait kinerja imigrasi. Baik dari investor, turis, izin tinggal yang masih dipersulit. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total. Kalau perlu, dirjennya ganti, bawahnya ganti semua, biar ngerti bahwa kita ingin berubah. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah,” kata Jokowi saat rapat terkait visa on arrival dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (9/9/2022).” [2]
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Sarwendah Keciduk ke Kamar Betrand Peto Malam-malam Lalu Begituan?
Dalam video tersebut, turut dibacakan narasi yang berasal dari artikel ANTARANEWS.com: “Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (27/5) menyatakan lima diplomat Kroasia berstatus persona non grata. Surat keterangan resmi perihal itu diserahkan kepada Duta Besar Kroasia untuk Rusia Tomislav Car, tulis kemlu di situs webnya.” [3]
Sementara, konten video tersebut juga menggunakan SUMBER salah satu video yang identik diunggah rasyid ridha di YouTube.
“BIG MALL LATIHAN WANTEROR PEMBEBASAN SANDERA OLEH PERSONEL BATALYON B PELOPOR SATBRIMOB POLDA KALTIM” [4]
Video Guardian News yang meliput acara yang sama dan diunggah di YouTube juga digunakan SUMBER yang membagikan video tersebut:
“CHANG’AN AVENUE DONGYAN ROAD China marks the 70th anniversary of its founding on National Day, where President Xi Jinping will inspect the troops along Chang’an Avenue in the Chinese capital. More than a hundred thousand citizens will parade past the Tiananmen Gate with floats.” [5]
Kesimpulan