Akun Twitter Putra Langkisau pada 23 Januari 2022 lalu mengunggah video dari channel Youtube “Redaksi Umat”, dengan narasi 200 juta rakyat Tiongkok akan menempati 10 proyek reklamasi di Indonesia.
"Ustazd Andri Kurniawan : Bahkan diprediksi 2024 kalau 10 Proyek Reklamasi itu jadi dan termasuk Reklamasi Teluk Benoa Bali akan ada 200 Juta Rakyat China Daratan akan menempati 10 Proyek Reklamasi itu," tulis akun Twitter itu.
Benarkah narasi tersebut? Berdasarkan penelusuran dan cek fakta yang dilakukan oleh turnbackhoax.id--jejaring Suara.com, narasi tersebut adalah salah.
"Tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Sebelumnya juga beredar narasi senada pada tahun 2020 lalu. Sebanyak 200 warga Tiongkok memasuki wilayah NKRI, namun narasi tersebut tidak didukung data yang valid," tulis turnbackhoax.id.
Dengan demikian klaim 200 juta rakyat Tiongkok akan menempati 10 proyek reklamasi di Indonesia adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Sementara itu, Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara yang dipilih untuk program percontohan destinasi wisatawan China ke mancanegara.
Selain Indonesia, beberapa negara lain yang masuk dalam daftar tujuan wisatawan China adalah Thailand, Kamboja, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos, Maladewa, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Mesir, Kenya, Afrika Selatan, Rusia, Swiss, Hungaria, Selandia Baru, Fiji, Kuba, dan Argentina.
Bahkan media-media China, Rabu, menyebut Indonesia, Filipina dan Vietnam sebagai negara yang paling menyambut hangat wisatawan China selama musim liburan Tahun Baru Imlek 2023.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China (MCT) pada Jumat (20/1) meluncurkan program percontohan pengiriman wisatawan China secara berkelompok ke mancanegara.
Baca Juga: Gibran Atraksi dengan Maskot Jakarta Elang Bondol di Pembukaan Solo Safari: Kode Maju DKI 1?
Program percontohan tersebut akan dilaksanakan mulai 6 Februari mendatang.
Dengan peluncuran program percontohan itu, agen perjalanan di China diizinkan menjual paket penerbangan dan hotel kepada para wisatawan, menurut surat edaran dari MCT.
Keputusan itu dikeluarkan atas permintaan Dewan Pemerintahan China dan Satuan Tugas Tanggap COVID-19 serta berdasarkan pertimbangan terhadap langkah-langkah pengendalian COVID-19 dan pemulihan pembangunan sosial ekonomi.
MCT mengingatkan penyelenggara perjalanan wisata untuk mematuhi kebijakan COVID-19 China dan negara-negara tujuan.
Wisatawan juga diingatkan untuk memastikan tidak tertular COVID-19 sebelum berangkat ke negara tujuan, memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri selama dalam perjalanan, dan mematuhi persyaratan yang ditentukan setelah pulang ke daerah asalnya.
Trip.com, penyedia jasa pariwisata terkemuka di China, menyebutkan bahwa setengah jam setelah MCT merilis pengumuman pada Jumat, volume pencarian tiket penerbangan dan hotel di luar negeri mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada mesin pencarian di platform itu.
Pada 2019, warga China melakukan 155 juta perjalanan ke luar negeri, menurut data MCT.