Beredar kabar putri sulung tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawati nekat akhiri hidup lantaran orangtuanya membusuk dalam penjara.
Video yang diunggah Kanal Youtube BENANG MERAH mengklaim putri sulung Ferdy Sambo mengakhiri hidup dengan gantung diri.
“ORTU MEMBUSUK DIPENJARA PUTRI SULUNG SAMBO NEKAT AKHIRI HIDUP DENGAN CARA INI,” tulis narasi unggahan video tersebut.
Lantas, benarkah klaim putri sulung Ferdy Sambo gantung diri? Selengkapnya mari kita simak melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim putri sulung Ferdy Sambo gantung diri diunggah Kanal Youtube BENANG MERAH. Dalam thumbnail video tersebut juga terlihat seorang wanita tengah gantung diri dengan posisi membelakangi.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, video tersebut ternyata hanya berisi kumpulan potongan video persidangan Ferdy Sambo.
Potongan video persidangan yang identik dengan video saat Ferdy Sambo menghadiri sidang kode etik pada (25/8/2022) silam. Dalam video tersebut tampak Ferdy Sambo menghadiri sidang menggunakan pakaian dinas polisi lengkap.
Sementara narasi yang dibacakan narator dalam video tersebut identik dengan artikel intip.seleb.com, berjudul “Orang Tua jadi Tersangka, Putri Ferdy Sambo Buat Pengakuan Mengejutkan: Jadi Pengen Nusuk Leher.” Artikel tersebut diunggah pada 29 Maret 2023.
Baca Juga: Mahalini Tampil Mempesona Pakai Kaftan, Auto Didesak Login: Yuk Bisa Syahadat Yuk
Artikel tersebut mengabarkan putri sulung Ferdy sambo, Trisha Eungeliva yang menjadi sorotan setelah menulis bahwa ingin menusuk lehernya sendiri di akun Twitter pribadinya.
Pada keseluruhan isi video tersebut tak ada bukti yang menunjukkan bahwa putri sulung Ferdy Sambo mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Kesimpulan
Informasi palsu. Judul dan keterangan pada thumbnail video tidak sesuai dengan isi video. Pada video tersebut tidak diberitakan putri sulung Ferdy Sambo gantung diri, serta sampai saat ini tidak ada bukti valid yang menunjukkan hal tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan video tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.