Sisi Gelap Kabupaten Tangerang Dibongkar, Mafia Tanah Disebut Berkuasa di Tingkat Desa hingga Bupati

Suara Moots

Rabu, 31 Mei 2023 | 15:19 WIB
Sisi Gelap Kabupaten Tangerang Dibongkar, Mafia Tanah Disebut Berkuasa di Tingkat Desa hingga Bupati
Ilustrasi Mafia (Shutterstock)

Akun Twitter @bung_madin membuat thread yang membahas bobroknya Kabupaten Tangerang yang disebut banyak mafia tanah bercokol di tingkat desa hingga bupati. 

"Bung Madin kali ini terjun langsung ke Kabupaten Tangerang, dan akan membongkar betapa "BOBROKNYA" pemerintahan disana, baik dari tingkat Desa sampe Bupati," cuit akun tersebut. 

Informasi yang didapat akun tersebut berasal dari seseorang yang identitasnya disembunyikan. Hal ini menurut akun @bung_madin karena khawatir takut jika harus berhadapan langsung dengan mafia tanah. 

Menurut akun ini, sejumlah wilayah di Tangerang Utara mulai dari Kosambi, Teluknaga dan Pakuhaji menjadi lahan bagi oknum mafia tanah. 

"Coba bayangkan di wilayah tsb, mereka dipaksa hrs menjual harga tanah dgn 90 rb permeter, bkn hanya itu, disana pun tertuliskan nama Jawara terkenal,"  cuit akun itu disertai dengan tangkapan layar perihal tanah di Teluk Naga dijual dengan harga Rp90 per meter. 

"Rencananya itu (tanah tersebut) akan dibangun Properti dan kawasan PIK..Bkn hanya itu, keterlibatan para jawara desa dan aparat pun bermain,"

Ada juga cerita soal warga Pakuhaji yang mendapat diskriminasi dari pihak pemerintah saat mempertahankan tanah miliknya. 

"Ada kasus warga Pakuhaji yg merasa  diskriminasi oleh pihak pemerintah, karena telah melakukan perusakan.

Taktik mereka seperti ini, mereka memainkan dalih hukum, bhw warga tsb, telah mendirikan bangunan yg tdk berdasarkan IMB. Akhirnya Satpol-PP langsung masang portal,"

baca juga

Warga menolak tanah dijual kepada pengembang. Namun pihak Camat dan Desa berdasarkan cuit akun @bung_madin tidak berbuat apapun, malah mendukung penutupan lahan milik warga. 

"Bung Madin dapet PETA bhw pembangunan PIK 2 akan menjadi MEGA PROYEK BESAR, yg mana akan tembus sampe Kronjo,  nantinya akan dijadikan lahan kawasan wisata dan hiburan.

Jadi gitulah, cara mereka membeli dan merampas tanah dgn harga murah,"

Pada threadnya itu, akun @bung_madin juga sebutkan bahwa untuk menjadi kepala desa di Kabupaten Tangerang minimal membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar. 

"Wajar kalau dana desa pun dikorupsi, karena mahal jadi Kades,"

"Kawasan Kab. Tangerang pun msh sangat minim penerangan, ditambah dgn jalanan yg rusak parah,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Warga Berebut Daging Beku Ilegal di Gunung Sampah TPA, Total Capai 41,2 Ton

Viral Warga Berebut Daging Beku Ilegal di Gunung Sampah TPA, Total Capai 41,2 Ton

Bisnis | Rabu, 31 Mei 2023 | 14:33 WIB

Viral TikToker Ci Mehong Jual Tanah Kuburan: Ada yang Mau Mati Duluan? Diskon deh!

Viral TikToker Ci Mehong Jual Tanah Kuburan: Ada yang Mau Mati Duluan? Diskon deh!

Lifestyle | Rabu, 31 Mei 2023 | 15:10 WIB

Viral Video Ketua RT Riang Dituding Berperilaku Rasial, Ucap Kata Orang Pribumi dan Wong Kito Galo

Viral Video Ketua RT Riang Dituding Berperilaku Rasial, Ucap Kata Orang Pribumi dan Wong Kito Galo

Moots | Rabu, 31 Mei 2023 | 13:09 WIB

Viral Naruto Ikut Kawal Biksu Thailand yang Jalan Kaki di Magelang, Akrab Bak Teman Lama

Viral Naruto Ikut Kawal Biksu Thailand yang Jalan Kaki di Magelang, Akrab Bak Teman Lama

Lifestyle | Rabu, 31 Mei 2023 | 13:20 WIB

Viral Video Warga Berebut Daging Sitaan di TPA Bantan, Ini Penjelasan Bea Cukai

Viral Video Warga Berebut Daging Sitaan di TPA Bantan, Ini Penjelasan Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 31 Mei 2023 | 12:30 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×