Akui Tenun Kebangsaan Robek, Anies Baswedan Sebut Hal Itu Sudah Ramai Sejak 2012, Singgung Pemerintahan SBY?

Suara Moots Suara.Com
Selasa, 20 Juni 2023 | 09:05 WIB
Akui Tenun Kebangsaan Robek, Anies Baswedan Sebut Hal Itu Sudah Ramai Sejak 2012, Singgung Pemerintahan SBY?
Bacapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (tengah) (Suara.com/Alfian Winanto)

Calon presiden (capres) Anies Baswedan memberikan klarifikasi hal-hal yang selama ini dituduhkan kepada dirinya, salah satu soal penggunaan isu SARA seperti yang terjadi saat Pilkada DKI Jakarta 2017

Dalam wawancara dengan jurnalis senior, Andy F Noya di acara Double Check Kick Andy, Anies Baswedan membantah isu SARA yang selama ini melekat pada dirinya. 

Pembahasan perihal ini berawal saat Andy F Noya menyinggung kembali pernyataan Anies Baswedan pada pidato pertama saat dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta

Saat itu Anies Baswedan dalam pidatonya menyebut soal kemenangan pribumi. Terkait hal itu, Anies Baswedan menjelaskan bahwa pidatonya sebenarnya sedang membahas kondisi Jakarta di era kolonial Belanda sampai akhirnya jadi bagian kemerdekaan Indonesia. 

Anies menekankan bahwa kemenangan pribumi yang ia maksud adalah bahwa akhirnya orang Indonesia, khususnya orang Jakarta yang rasakan dampak langsung penjajahan Belanda bisa hidup sebagai bangsa merdeka. 

Andy F Noya kemudian mencecar dengan pertanyaan soal tenun kebhinekaan yang koyak justru saat Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta dengan adanya pembiaran para pendukung berkonflik seputar SARA. 

Anies dalam penjelasannya menerangkan bahwa sebenarnya isu polarisasi di level akar rumput justru mulai tegang sejak 2012, saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden. 

Menurut Anies pada kenyataannya, setelah 2012 pada 2015 kondisi itu makin ramai dan saat itu dirinya belum menjadi calon gubernur DKI Jakarta. 

"Jawabannya lihat pada kenyataan. Bukan lihat apa yang saya sampaikan. Kenyataannya yang disebut sebagai polarisasi, bahkan sampai retak atau robek tenun kebangsaan itu tegang mulai dari 2012, 2015 mulai makin kuat. Saya belum jadi calon gubernur, bang. Itu sudah ramai, saya masih tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," jelas Anies Baswedan. 

Baca Juga: Dicecar Soal Siapa Menko yang Ia Tuduh Ingin Ubah Konstitusi, Anies Baswedan Tak Berani Sebut Nama

"Apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan ini?" tanya Andy F Noya lagi. 

"Poinnya adalah polarisasi, bicara identitas itu sudah terjadi sebelum saya jadi calon gubernur. Bahkan narasi baik yang pro Basuk atau anti Basuki, sudah ada sejak saya jadi calon gubernur," jawab Anies Baswedan. 

"Kampanye misalnya, lebih baik pemimpin non muslim tidak korup, misalnya. Terus yang satu bilang, pemimpin harus beragama Islam. Itu kan tema-tema yang sudah ada sejak saya sebelum jadi calon Gubernur," tegas Anies. 

Anies Baswedan lebih lanjut mengatakan bahwa justru saat ia jadi Gubernur DKI Jakarta dirinya ingin kembali memperbaiki kondisi yang rusak ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI