Inter Milan pada video perkenalan pemain baru mereka, Emil Audero menampilkan Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dalam video teaser diunggah oleh akun resmi Instagram Inter Milan, menceritakan Emil Audero dengan menunggang kuda bak seorang pendekar.
Emil Audero tampak gagah disandingkan dengan latar belakang Gunung Rinjani. Tampak juga, Emil berjalan dengan menggunakan tongkat menyisiri hamparan pasir gunung tersebut.
Di pernyataan resminya, Inter juga menyebut Mataram, Indonesia sebagai tempat kelahiran Emil Audero.
“Lahir pada 18 Januari 1997 di Mataram, di pulau Lombok, dari ayah Indonesia dan ibu Italia, Emil dibesarkan di Cumiana, di provinsi Turin. Di sini dia pertama kali menendang bola, di sinilah kisah cintanya dengan olahraga ini dimulai.” bunyi pernyataan resmi Inter Milan.
Mengutip dari berbagai sumber, Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dan juga merupakan rangkaian “Lingkaran Api”.
Rinjani sendiri memiliki arti kata tinggi dan tegak. Besar kemungkinan Gunung Rinjani berasal dari kata Rara Anjani yang berubah menjadi Renjani dan selanjutnya menjadi Rinjani seperti yang kita kenal sekarang ini.
Di daerah Lombok Timur dapat ditemui Desa yang bernama Desa Anjani. Demikian pula gedung pertemuan di Mataram yang diberi nama Gedung Dewi Anjani.
Nama Gunung Rinjani dari beberapa literasi disampaikan berasal dari nama Dewi Rinjani yang merupakan anak Datu Taun dan Dewi Mas.
Baca Juga: 5 Klub Top Dunia yang Dikuasai oleh Negara, 1 Klub Baru Dipecundangi Inter Milan
Di literasi lain, ternyata ditemukan ada nama gelar untuk sultan di kerajaan Lombok yakni Sultan Rinjani, yang merupakan anak dari Gaoz Abdul Razak yang bernama asli Zulkarnaen.
Bagi masyarakat Pulau Lombok, khususnya suku Sasak dan suku Bali, Gunung Rinjani dianggap sebagai tempat suci dan merupakan istana para dewa.
Di wilayah Gunung Rinjani terdapat Danau Segara Anak, Gunung Barujari, Gunung Sangkareang, Gunung Waja, dan beberapa gua yakni Goa Susu, Goa Payung, dan Goa Manik. Danau Segara Anak merupakan sumber mata air bagi seluruh masyarakat Lombok.
Danau Segara Anak memiliki luas 11.000 m persegi dengan kedalaman 230 m dan berada di ketinggian 2000 mdpl dikatakan oleh beberapa tetua adat di wilayah Bayan berfungsi sebagai pendingin gunung-gunung berapi yang ada di seputarnya.
Danau ini diperkirakan terbentuk akibat letusan Gunung Samalas pada tahun 1257. Pendapat lain mengatakan bahwa Danau Segara Anak muncul akibat letusan Gunung Rinjani Purba.