Uzbekistan akan jadi lawan Timnas Indonesia U-24 di babak 16 besar cabor sepak bola Asian Games 2022. Laga Timnas Indonesia U-24 vs Uzbekistan akan berlangsung di Shangcheng Sports Centre Stadium, Kamis (28/9).
Uzbekistan melaju ke babak 16 besar cabor sepak bola Asian Games 2022 setelah menjadi juara grup C. Sementara Timnas Indonesia U-24 berstatus sebagai peringkat tiga terbaik.
Lakoni dua pertandingan di grup C, Uzbekistan mampu memcetak 3 gol dan kemasukan 1 gol. Tim ini memiliki banyak pemain yang cukup berbahaya dan mengancam lini belakang Timnas Indonesia U-24.
Skuat besutan Timur Kapadze itu memiliki sejumlah pemain yang berkompetisi di Eropa. Ruslanbek Jiyanov, striker klub Rusia Nizhny Novgorod serta gelandang CSKA Moscow, Abbosbek Fayzullaev.
Sebagai negara pecahan Uni Soviet, Uzbekistan memiliki gaya main yang mirip tim-tim Eropa Timur. Mereka mengandalkan daya tahan fisik serta kecepatan.
Selain itu, kelicikan para pemain Uzbekistan juga jadi hal yang patut diwaspadai oleh lini belakang Timnas Indonesia. Seperti yang ditunjukkan striker Alisher Odilov saat Uzbekistan bertemu Hongkong.
Pemain berusia 22 tahun itu akan mengandalkan postur tubuhnya untuk meringsek masuk ke area pertahanan lawan. Setelahnya, jika ia mendapat benturan, ia akan terjatuh, berharap wasit berikan hadiah penalti.
Sementara itu, pengamat sepak bola Binder Singh mengatakan bahwa meski Ubzekistan lebih diunggulkan di atas kertas, namun Timnas Indonesia U-24 masih punya kans.
"Asalkan para pemain ini bisa menyatu di atas lapangan. Bagaimana mereka bisa menyatu? Ya dengan taktik permainan," ucap Bung Binder seperti dilihat dari tayangan Youtube miliknya.
Menurut bung Binder dari strategi yang diterapkan Indra Sjafri, para pemain harusnya bisa paham dan tugasnya masing-masing. Entah itu pemain belakang, tengah dan depan.
"Kemudian pemain yang bermain di sayap, apakah memberikan crossing atau melalukan pergerakan cut inside, dan striker harus seperti apa," jelasnya.
Pengamatan khusus diberika Binder Sigh kepada dua pemain Timnas Indonesia U-24 yakni Egy Maulana Vikri dan Ramadhan Sananta.
Ditegaskan bung Binder dengan para pemain memahami strategi yang akan diterapkan Indra Sjafri maka sosok Ramadhan Sananta tidak akan sia-sia.
"Ramadhan Sananta ini jangan jadi musafir, dia harus mendapatkan suplai bola atau jika ia turun ke tengah untuk membantu serangan, harus ada pemain yang mencari ruang dari second line,"
Sementara untuk Egy Maulana Vikri diharapkan bisa melakukan pergerakan cut inside ke jantung pertahanan lawan jika Indra Sjafri terapkan formasi 4-3-3.