Para pemain naturalisasi Timnas Indonesia kena sindir salah satu pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly atau kerap disapa Bung Towel.
Timnas Indonesia memiliki stok pemain naturalisasi untuk digunakan pada turnamen besar seperti Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Mereka diantaranya Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Rafael Struick, dan Ivar Jenner.
Kehadiran pemain naturalisasi ini membawa dampak positif untuk Timnas Indonesia di level internasional.
Mereka pun mendapatkan pujian dari beberapa suporter Tanah Air. Namun, hal tersebut justru disorot oleh Bung Towel.
Ia menilai para suporter Tanah Air jangan terlalu melebih-lebihkan pujian terhadap para pemain naturalisasi.
Bung Towel mengatakan begitu lantaran melihat permainan para pemain naturalisasi yang belum cukup memuaskannya. Melihat permainan ketika Timnas Indonesia berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Bung Towel merasa belum puas.
“Kalau Shayne Pattynama di atas Pratama Arhan, kenapa Shayne Pattynama diganti saat menghadapi Filipina? Artinya 50:50. Ketika Timnas Indonesia butuh tampil lebih menyerang, akhirnya Pratama Arhan yang dimasukkan,” kata Bung Towel dilansir dari YouTube Sportify Indonesia.
“Marc Klok tidak tergantikan di lini tengah, namun saat menghadapi Filipina , giliran Sandy Walsh yang dimainkan di tengah. Tapi, Sandy Walsh cuma main 30 menit sehingga enggak mutlak keunggulan itu,” lanjut Bung Towel.
“Selanjutnya Rafael Struick enggak kelihatan seperti Lewandowski yang sangat jomplang. Dengan Ramadhan Sananta juga enggak terlalu jauh juga kualitasnya. Jadi stop membeda-bedakan, memuja setinggi langit naturalisasi, normalkan situasinya. Ini atmosfer enggak bener. Ini atmosfer sepakbola, udara sepakbola entah itu netizen atau siapa pun yang bikin itu enggak sehat. Kita seolah-olah dibuat pro ke sana dan ke sini,” pungkasnya.