Mahfud MD Ungkapkan Alasan Pilih Dukung Prabowo

Siswanto | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2014 | 16:35 WIB
Mahfud MD Ungkapkan Alasan Pilih Dukung Prabowo
Mahfud MD (kemeja putih), Ketua Tim Sukses Prabowo Subianto - Hatta Rajasa (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Mahfud MD menyatakan diri menjadi pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pemilu Presiden, Kamis (22/5/2014) sore. Seperti dikabarkan sebelumnya, Mahfud MD terpilih menjadi ketua tim sukses.

"Dengan bismillah, saya menyatakan kesiapan berjuang bersama pasangan Prabowo - Hatta," kata Mahfud MD dalam konferensi pers di Jakarta.

Dalam pidato yang cukup panjang, Mahfud MD antara lain menyatakan bahwa keputusannya telah melalui perenungan dan mempertimbangkan berbagai masukan dari para kiai, murid, dan teman-teman.

Mahfud MD mengatakan ada yang mendukung pilihan politiknya, ada yang meminta untuk mempertimbangkan kembali, bahkan ada juga yang meminta netral di Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

"Saya serba dilematis, masa negarawan dan guru bangsa mau memihak dalam pilpres. Tapi saya segera sadari bahwa saya tidak pernah menganggap diri saya negarawan, tidak pernah menyebut diri guru bangsa. Terlalu tinggi bagi saya bila menganggap diri seperti itu. Saya tetaplah hanya pelaku politik yang ingin memperjuangkan keyakinan, kebenaran, penegakan hukum dengan pilihan saya, dengan pilihan politik yang bersih," kata Mahfud MD.

Mahfud menilai pasangan Prabowo - Hatta dan Joko Widodo - Jusuf Kalla sama baiknya karena mereka merupakan pilihan masyarakat dan partai.

"Jokowi-JK merupakan pasangan baik dan terhormat. Tapi, Prabowo - Hatta juga baik," katanya.

Mahfud mengatakan tak ada seorang pun yang berhak mengklaim hanya satu pasangan baik atau mengklaim ada pasangan yang haram untuk dipilih.

"Kedua pasangan punya kelebihan masing-masing, biarlah rakyat secara pribadi tentukan pilihannya," kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan memilih pasangan presiden adalah kebebasan setiap individual.

"Kita pilih sendiri-sendiri sesuai dengan keyakinan tentang siapa yang bisa diberi amanah dengan segala kekurangan dan kelebihan," katanya.

Dengan keluarnya pernyataan Mahfud MD sore ini berarti terjawab sudah simpang-siur akan kemana ia berlabuh. Sebelum masuk ke tim Prabowo, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu adalah bakal calon presiden dari PKB. Namun karena suara PKB rendah di Pileg 9 April 2014, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tak jadi mengusungnya menjadi capres. Lalu, PKB pun bergabung ke koalisi yang dibangun PDI Perjuangan untuk mengusung Jokowi - JK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Strategi Tim Prabowo Taklukkan Basis Pendukung Jokowi di Jawa

Strategi Tim Prabowo Taklukkan Basis Pendukung Jokowi di Jawa

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 15:48 WIB

Prabowo: Yang Tak Mau Jadi Antek Asing, Ayo Gabung

Prabowo: Yang Tak Mau Jadi Antek Asing, Ayo Gabung

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 13:59 WIB

Mahfud MD akan Ikut Rapat Tim Sukses Prabowo - Hatta Sore Ini

Mahfud MD akan Ikut Rapat Tim Sukses Prabowo - Hatta Sore Ini

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 13:35 WIB

Terkini

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB