Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

Bangun Santoso

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (tengah) usai rapat koordinasi Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani petunjuk teknis kewajiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menyerap telur seharga Rp26.500 per kilogram secara nasional.
  • Pemerintah menyalurkan 242 ribu ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan hingga Desember 2026 untuk menekan biaya produksi peternak.
  • Menteri Pertanian memperingatkan importir pakan agar tidak bermain harga atau melakukan pelanggaran demi melindungi peternak ayam.

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan petunjuk teknis yang mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp26.500 per kilogram di tingkat produsen telah terbit setelah ditandatangani untuk segera berlaku secara nasional.

"Sudah saya tanda tangani, sudah keluar (juknisnya)," kata Mentan dikonfirmasi di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dan Komnas Perempuan mengenai pemenuhan hak perempuan serta penghapusan diskriminasi dan kekerasan di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Amran menyampaikan juknis tersebut telah ditandatangani dan langsung diterbitkan setelah adanya aksi protes dari peternak ayam yang tergabung dalam asosiasi peternak, terkait anjloknya harga telur di tingkat produsen.

Menurut Amran, juknis tersebut langsung dikirim kepada Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Suwardi setelah ditandatangani, sehingga implementasinya dapat segera dilakukan seluruh SPPG di berbagai daerah.

Amran menegaskan kebijakan penyerapan tersebut diarahkan untuk membantu peternak sekaligus memastikan pembelian telur dilakukan langsung dari peternak menuju SPPG tanpa melalui rantai distribusi panjang yang berpotensi mempengaruhi harga di tingkat peternak.

Selain penyerapan telur, pemerintah juga menurunkan tekanan biaya produksi melalui penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 242 ribu ton hingga Desember 2026, untuk pakan ternak.

Meski begitu, pemerintah membuka peluang penambahan pasokan melalui Perum Bulog apabila kebutuhan peternak kembali meningkat.

Amran juga memperingatkan importir pakan agar tidak memainkan harga atau melakukan pelanggaran. Apabila ditemukan maka pihaknya segera melakukan pencabutan izin usaha serta pelimpahan kepada kepolisian.

"Importir jangan bermain-main, aku cabut izinnya (jika bermain curuang). Kalau ada pidana, kami kirim ke (kepolisian), sudah ada kami kirim (sebelumnya) ke Mabes Polri untuk diperiksa. Nggak boleh (ada kecurangan," katanya sebagaimana dilansir Antara.

baca juga

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) penyerapan telur oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga Rp26.500 per kilogram (kg) guna memperkuat stabilisasi harga dan melindungi peternak rakyat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan kebijakan itu disiapkan sebagaimana arahan langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman demi stabilitas harga telur ayam di tingkat produsen.

"Intinya, SPPG wajib menyerap telur dari peternakan sekitarnya dengan harga sesuai HPP (harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp26.500 per kilogram," kata Agung dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (5/8).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Tenaga Ahli BGN hingga 10 Bos Perusahaan Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi MBG

Tenaga Ahli BGN hingga 10 Bos Perusahaan Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi MBG

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:11 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×