Kasus Florence, YLBHI: Polisi Perlu Paham, Yogya Bukan Nama Orang, Tapi Daerah

Siswanto

Senin, 01 September 2014 | 18:18 WIB
Kasus Florence, YLBHI: Polisi Perlu Paham, Yogya Bukan Nama Orang, Tapi Daerah
Akun Twitter Florence Sihombing (Screenshot Twitter).

Suara.com - Kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi terus terciderai dengan adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Perisitiwa terbaru adalah peristiwa Florence Sihombing yang menyatakan kekesalannya di media sosial karena menyikapi kondisi pelayanan SPBU di Yogyakarta yang dinilai kurang baik yang berujung ditetapkannya sebagai tersangka serta penahanan terhadap dirinya oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Florence dijerat dengan menggunakan Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (1), Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 Ayat (2), UU ITE dan KUHP pasal 310 jo Pasal 311. Dalam hal ini, YLBHI menilai sikap kepolisian tersebut menunjukkan kelemahan kredibilitas kepolisian serta mencerminkan tidak mengedepankan prinsip keadilan dan kebebasan berpendapat.

Koordinator Advokasi Bidang Sipil dan Politik Yayasan LBH Indonesia Moch. Ainul Yaqin menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa adanya ketimpangan hukum yang luar biasa yang dialami oleh Florence serta menunjukkan bahwa hukum digunakan sebagai alat untuk membungkam kebebasan berpendapat warga Negara. Padahal dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dinyatakan Setiap orang berhak atas kebebasan mengeluarkan pendapat.

Menurut Ainul Yaqin kepolisian seharusnya bisa memahami suatu peraturan perundang-undangan dengan baik dan benar serta mengedepankan hak-hak kebebasan warga Negara. Penggunaan Pasal 310 dan 311 KUHP menunjukkan bahwa kepolisian sangat diragukan kredibilitasnya karena pasal tersebut salah satu unsurnya adalah nama baik seseorang.

"Sedangkan pernyataan Florence tidak ada sama sekali menyebutkan nama seseorang, namun hanya menyebutkan Kota Yogya. Hal ini yang perlu dipahami oleh pihak kepolisian bahwa Yogya bukanlah nama seseorang, melainkan nama daerah," kata Ainul Yaqin.

Selanjutnya, penggunaan Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE juga tidak memenuhi unsur untuk menjerat pernyataan Florence karena dalam pasal tersebut yang dinamakan informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik yang telah diolah.

Hal tersebut di atas juga kurang dipahami dengan baik oleh pihak kepolisian sehingga penetapan tersangka dan penahanan terhadap diri Florence justru mencerminkan arogansi kepolisian dalam menyikapi laporan massa.

Berbagai pertimbangan keadilan dan Hak Asasi Manusia harusnya dikedepankan oleh pihak kepolisian sehingga tindakan-tindakan pemidanaan yang demikian tersebut seharusnya bisa diminimalisir oleh pihak kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penahanan Florence Dinilai Langgar UU ITE

Penahanan Florence Dinilai Langgar UU ITE

News | Senin, 01 September 2014 | 15:49 WIB

Florence Sihombing Segera Dapat Penangguhan Penahanan

Florence Sihombing Segera Dapat Penangguhan Penahanan

News | Senin, 01 September 2014 | 14:54 WIB

SMS Polisi, Butet Kartaredjasa Minta Florence Sihombing Dibebaskan

SMS Polisi, Butet Kartaredjasa Minta Florence Sihombing Dibebaskan

News | Minggu, 31 Agustus 2014 | 18:00 WIB

Ditahan Polisi, Florence Sihombing Dulang Simpati di Media Sosial

Ditahan Polisi, Florence Sihombing Dulang Simpati di Media Sosial

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 19:03 WIB

Penahanan Florence Sihombing Agar Jadi Pelajaran

Penahanan Florence Sihombing Agar Jadi Pelajaran

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 17:23 WIB

Terkini

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:55 WIB

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:45 WIB

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:04 WIB

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:30 WIB