Effendi Simbolon: Pak JK Terlalu Nafsu

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 11 November 2014 | 07:20 WIB
Effendi Simbolon: Pak JK Terlalu Nafsu
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (kanan). (Antara/Widodo S.Jusuf)

Suara.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Effendi Simbolon menilai Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak menyadari sepenuhnya bila mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pengguna bahan bakar minyak.

Itu sebabnya, Effendi menolak keinginan Wakil Presiden untuk mencabut subsidi harga BBM. Menurut Effendi, bila JK tetap mendukung kebijakan pencabutan subsidi, sama artinya antipati terhadap rakyat.

"Ini terlalu bernafsu, Pak JK. Mazhab berpikiran Pak JK sangat liberal, nggak pernah berempati dari para pengguna BBM itu," kata Effendi di Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Menurut Effendi masyarakat Indonesia sudah begitu tergantung dengan BBM dan hal itu harus dipertimbangkan betul oleh pemerintah sebelum memutuskan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Effendi juga mempertanyakan komitmen pemerintah dengan pencabutan subsidi harga BBM. Dia juga ingin tahu langkah konkrit yang diambil pemerintah sebagai kompensasi atas kebijakan tersebut.

"Kenapa tidak komitmen keluar secara bertahap dari ketergantungan BBM subsidi berbasis fosil," kata Effendi.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden JK telah memberikan sinyal untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Di berbagai kesempatan, Presiden Jokowi menyatakan siap untuk tidak populer dalam mengambil kebijakan saat menyinggung subsidi BBM bersubsidi yang membebani APBN.

"Ada yang bilang nanti tidak populer, saya jadi pemimpin bukan untuk populer kok. Itu tanggungjawab pemimpin, kebijakan pasti ada resikonya," kata Jokowi ketika berpidato dalam Musnas Kegiatan Alumni Universitas Gadjah Mada di Kendari, Kamis (6/11/2014), lalu.

Jokowi kemudian menguraikan subsidi BBM yang mencapai Rp714 triliun selama lima tahun terakhir. Jokowi membandingkan anggaran untuk kesehatan dan infrastruktur. "Anggaran kesehatan Rp202 triliun dan infrastruktur sebesar Rp577 triliun, ini masih kalah dari BBM bersubsidi," kata Jokowi.

Menurut kabar yang beredar, kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilaksanakan November ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tarif Naik, Bikin Driver Ojol Sumringah

Tarif Naik, Bikin Driver Ojol Sumringah

Bisnis | Senin, 12 September 2022 | 19:44 WIB

Jelang Demo Massa PMII Tolak Harga BBM Naik, Istana Sudah Dijaga Ketat Barracuda hingga Kawat Berduri

Jelang Demo Massa PMII Tolak Harga BBM Naik, Istana Sudah Dijaga Ketat Barracuda hingga Kawat Berduri

News | Senin, 05 September 2022 | 13:26 WIB

Kabar Baru Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar, Potensi Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

Kabar Baru Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar, Potensi Penjualan Mobil Listrik di Indonesia

News | Jum'at, 02 September 2022 | 14:46 WIB

Terkini

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:43 WIB

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:37 WIB

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:22 WIB

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:14 WIB

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:48 WIB

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:40 WIB