Modus Baru Para Begal Motor

Esti Utami | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2015 | 21:10 WIB
Modus Baru Para Begal Motor
Tiga tersangka pelaku begal motor ditahan di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Minggu (1/2/2015). [Antara/Indrianto Eko Suwarso]

Unit khusus anti kejahatan jalanan Polresta Depok, Unit Jaguar, menemukan modus baru yang digunakan para begal motor di wilayah itu, yakni menjerat korbannya dengan menggunakan tali pancing. Kumpulan tali pancing itu ditemukan oleh Unit Jaguar.

"Jadi ini modus baru. Caranya, tali itu dikaitkan di samping pohon. Jadi ada pohon di kanan dan kiri jalan dikaitkanlah benang tersebut sehingga menyerupai jaring," ujar Kanit Tim Jaguar Ipda Winam Agus, sebagaimana dirilis di situs Divisi Humas Mabes Polri.

Modus ini menimpa Hermawan, satpam DPR RI pada Selasa (10/2/2015) dinihari. Hermawan jadi korban begal motor di kawasan Fly Over UI Akses Kelapa Dua Depok.

Winam mengaku sudah mendeteksinya jauh-jauh hari kejadian seperti yang dialami Hermawan itu. Pasalnya, saat melakukan patroli bersama timnya, seminggu yang lalu, Winam sempat menemukan tali itu terbentang di jalan.

"Jadi modus seperti ini sudah saya temukan seminggu lalu saat menyisir Jalan Juanda. Saya yakin, tali ini memang sengaja disiapkan oleh pelaku kejahatan untuk mengerjai korbannya. Dan diduga kuat, cara ini sama dengan apa yang dialami oleh korban kemarin yang dijebak di Akses Kelapa Dua Depok," kata Winam.

Terkait kasus tersebut, Winam pun berjanji Tim Jaguar yang ada di bawah komandonya akan gencar melakukan patroli dan penyisiran guna menekan sekaligus memburu para pelaku.

"Modus seperti ini, menggunakan benang pancing diduga adalah modus baru. Pelaku menaruh jebakan ini memang di tempat yang minim penerangan. Kami mengimbau pada masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari jalan-jalan sepi yang minim akan penerangan," ujar Winam.

Seperti diketahui, kasus begal motor di Depok kembali terjadi. Salah satu petugas Satpam DPR RI, Hermawan, menjadi korban. Peristiwa itu terjadi saat Hermawan pulang kerja melintas di kawasan Fly Over UI-Akses Kelapa Dua Depok dari arah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat tengah mengarah ke rumahnya di kawasan Sugutamu, Sukmajaya, Depok, korban tiba-tiba saja terpental di dekat tikungan setelah Fly Over UI. Setelah itu, korban pun tak sadarkan diri lantaran mengalami luka cukup serius di bagian wajah.

Sementara, pelaku menggondol motor dinas korban. Kasus ini sedang ditangani Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begal Sepeda Motor Beraksi Pakai Senjata Tajam, Polisi Resor Jombang Beri Bingkisan Timah Panas

Begal Sepeda Motor Beraksi Pakai Senjata Tajam, Polisi Resor Jombang Beri Bingkisan Timah Panas

Otomotif | Jum'at, 06 Januari 2023 | 05:31 WIB

Terkini

Pramono Akui Laporan JAKI Banyak Mandek, Kasus Zebra Cross Tebet Disorot

Pramono Akui Laporan JAKI Banyak Mandek, Kasus Zebra Cross Tebet Disorot

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:13 WIB

Mantan Kades Rindu Hati Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kasus Dana Desa Rugikan Negara Rp892 Juta

Mantan Kades Rindu Hati Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kasus Dana Desa Rugikan Negara Rp892 Juta

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:08 WIB

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:03 WIB

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:55 WIB

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:54 WIB

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB