Cerita Pembegal yang Sudah Bertobat

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 Maret 2015 | 06:10 WIB
Cerita Pembegal yang Sudah Bertobat
Tim Anti Begal. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Bontenk, bukan nama sebenarnya berdiri di pinggir jalan di dekat Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat. Mengenakan jins biru, kemeja kotak-kotak, dan kacamata, Bontenk hanya berdiri sambil merokok.

Setiap pagi, dia berkeliaran di sekitar Kota Bogor untuk mencari daftar 'hitam' para kreditur sepeda motor.

"Kalau ketangkep, yah bawa motornya. Kan dia nunggak kredit," ujarnya saat ditemui suara.com pekan lalu.

Bontenk merupakan mantan begal yang telah beralih profesi menjadi debt collector. Menurut dia, dirinya ingin bekerja yang lebih 'baik'.

"Gue dua tahun lah kira-kira (jadi pembegal). Tapi gue nggak bunuh orang," klaimnya dengan nada tegas.

Bontenk menjelaskan dirinya tidak tergabung dalam kelompok tertentu. Dalam melakukan aksinya, dirinya hanya bedua dengan seorang temannya.

"Dulu sering di Tangerang, Parung, Cisauk. Terakhir di Parung," ceritanya.

Rata-rata dalam sepekan, Bontenk dan kawannya hanya beraksi sekali saja. Dalam setiap aksinya, dia mendapatkan uang minimal Rp1 juta dari hasil penjualan motor hasil pembegalan.

Untuk menjual motor hasil pembegalan, dia tidak sembarangan. Dia membongkar bagian-bagian motor yang mudah dijual seperti velk, body, jok, stang, dan karburator.

"Mesin sama rangka nggak. Kan ada nomornya. Biasanya dibuang aja. Atau kalau ada yang mau, paling yang bikin motor modif," jelas dia.

Bontenk menjual sendiri bagian-bagian motor itu. Namun jika sepi pembeli, dia menjualnya ke penjual onderdil motor bekas di sekitar Tangerang.

Dia menambahkan harga jualnya sangat murah. Dia mencontohkan velk racing dijual hanya Rp 100 ribuan perbuah. Bahkan rangka stang dia jual Rp 120 ribu saja.

"Rata-rata satu motor, gue dapet Rp1 jutaan," kata dia.

Onderdil Bekas

Penjual onderdil bekas di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini tengah dipantau. Polisi mencurigai pasar onderdil bekas menjadi tempat penampungan hasil pembegalan.

Suara.com mendatangi sejumlah penjual onderdil bekas di kawasan Ciledug Tangerang dan Karang Tengah Jakarta Barat. Dari tiga toko yang didatangi, semua membantah pernah membeli onderdil hasil pembegalan.

"Nggak ada, nggak pernah kita sih. Ini dibeli dari orang yang motornya udah nggak bisa dipakai. Kita bongkar dan diambil yang masih bisa dipakai aja," ujar salah satu pemilik toko onderdil motor di Ciledug.

Dia mengakui pernah didatangi petugas kepolisian yang menanyakan soal penjualan onderdil bekas hasil pembegalan.

"Beberapa aja didatengin, yah razia begal katanya," kata dia.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Perlakuan Keji di Lokasi Jatuhnya MH17 Terekam Kamera

Ditinggal 'Umrah' Darius, Donna Agnesia Kesepian

Buktikan Payudara Asli, Duo Serigala Rela Diremas

7 Foto Meme Kocak #SaveHajiLulung

Ini Surat Terakhir Kayla Mueller Sebelum Tewas di Markas ISIS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Angket DPRD: APBD yang Dikirim Ahok Sementara Bermasalah

Tim Angket DPRD: APBD yang Dikirim Ahok Sementara Bermasalah

News | Senin, 09 Maret 2015 | 16:29 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×