Pengamat: Busway Diterobos karena Aturan Sengaja Dilanggar

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:18 WIB
Pengamat: Busway Diterobos karena Aturan Sengaja Dilanggar
Pemotor masuk jalur TransJakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat Transportasi menyalahkan petugas lalu lintas di Jakarta karena penerobosa jalur TransJakarta atau Busway sering terjadi. Aturan larangan masuk Busway tidak ditepati.

Sebab belakangan ada oknum polisi lalu lintas yang membela pemotor penerobos jalur TransJakarta atau Busway. Pembelaan polisi itu direkam penumpang dan diunggah di Youtube. Belakanga diketahui pemotor itu juga seorang polisi dari Polres Jakarta Selatan.

Video itu diunggah 24 Maret 2015 kemarin oleh pengguna Youtube bernama ipanase megison. Terlihat petugas kepolisan menaiki bus TransJakarta dan berbicara dengan supir.

Dalam video yang berjudul 'polisi bela pengendara motor yang masuk jalur busway' itu terdengar penumpang berteriak-teriak mengatakan kecelakaan itu bukan salah pengemudi, melainkan ulah pengendara motor yang masuk Busway. Terlebih dia tidak mengenakan helm.

"Petugas itu banyak yang melewati kalau memang jalannya (Busway) kosong," jelas Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Muhamad Yamin saat dihubungi suara.com, Kamis (26/3/2015).

Menurutnya, Busway bisa saja dilalui kendaraan lain selain Bus TransJakarta. Namun hanya kendaraan yang kepentingannya lebih penting dari kepentingan umum.

"Ambulance dan Pemadam Kebakaran. Kalau pemadam itu lewat jalur macet, sudah habis itu kebakaran," jelas dia.

Jalur TransJakarta jangan dipergunakan oleh kendaraan pejabat, bahkan presiden sekali pun. "Mereka kan cuma pulang kantor saja. Jangan gunakan jalur itu. Itu artinya sengaja dilanggar," jelas dia.

Revisi UU Lalu Lintas

Yamin setuju jika Undang-Undang No. 22 TAHUN 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan direvisi. Dalam revisi itu jalur TransJakarta disandingkan samadengan jalur Kereta Api. Sebab perlintasan Kereta Api sangat diistimewakan.

Namun bisa juga dibuat aturan turunan soal perlindungan jalur TransJakarta. Aturan itu berisi larangan keras memasuki Busway.

"Kelemahan kita itu, aturan kita buat kadang kita lupa realisasikan bahwa ada turan begitu," jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui upaya sterilisasi busway belum berhasil. Masih banyak kendaraan pribadi yang nekat melintasi jalur bus Transjakarta, seperti yang belakangan beredar di video, dimana seorang polantas sampai diteriaki penumpang Transjakarta karena jelas-jelas membela pengendara motor yang melanggar.

Ahok sampai menginstruksikan kepada PT Transjakarta untuk melaporkan pelanggaran tersebut kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Saya sudah bilang sama Transjakarta lapor saja sama kadirlantas. Kita juga mau ngajuin kepada menhub (Ignasius Jonan) dan DPR untuk merevisi Undang-Undang Lalu Lintas," kata Ahok.

UU Lalu Lintas perlu direvisi karena ketika dulu dibuat belum mengakomodir permasalahan jalur bus Transjakarta.

"UU lalu lintas kita dulu tidak memikirkan adanya jalur busway, padahal sudah ada busway. Ini kan lupa," tambah Ahok.

Ahok menginginkan busway seperti jalur kereta api, dimana hanya kereta yang berhak melintasi rel.

"Mereka hanya mengatakan kalau di rel kereta itu hak eksklusif. Kalau kamu ditabrak kereta api, pernah nggak masinisnya dipenjara? Nggak pernah, karena sudah tahu itu jalur khusus," kata Ahok.

Untuk saat ini, untuk menengah kendaraan pribadi masuk busway, selain dengan program yang sudah berjalan, Ahok menginstrusikan kepada PT Transjakarta untuk meninggikan separator dan menambah CCTV.

"Nanti kita akan tutup kita akan beli separator yang tinggi terus kita pasang CCTV. Kita mau minta revisi. Saya lagi minta PT Transjakarta siapkan kirim surat kepada menhub," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Oknum Polantas Pro Penerobos Busway, Apa Kabar 'Busway Kick'?

Oknum Polantas Pro Penerobos Busway, Apa Kabar 'Busway Kick'?

News | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:48 WIB

Setiap Hari, 300 Pengendara Ditilang Masuk Jalur Transjakarta

Setiap Hari, 300 Pengendara Ditilang Masuk Jalur Transjakarta

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 17:36 WIB

Jalur Tergenang, Lima Koridor Transjakarta Tak Beroperasi

Jalur Tergenang, Lima Koridor Transjakarta Tak Beroperasi

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 11:49 WIB

Ahok Izinkan Mobil Pribadi Lintasi Jalur Busway

Ahok Izinkan Mobil Pribadi Lintasi Jalur Busway

News | Kamis, 29 Januari 2015 | 21:59 WIB

Pemprov DKI Akui TransJakarta Masih Belum "Ramah Difabel"

Pemprov DKI Akui TransJakarta Masih Belum "Ramah Difabel"

News | Kamis, 16 Oktober 2014 | 00:52 WIB

Korupsi Bus Karatan, Ahok Tantang Udar Buktikan Keterlibatan Jokowi

Korupsi Bus Karatan, Ahok Tantang Udar Buktikan Keterlibatan Jokowi

News | Kamis, 18 September 2014 | 13:22 WIB

Terkini

Menyusuri Wajah Baru Rasuna Said: Lantai Bermotif, Jalur Sepeda, dan Impian Kota Ramah Pejalan Kaki

Menyusuri Wajah Baru Rasuna Said: Lantai Bermotif, Jalur Sepeda, dan Impian Kota Ramah Pejalan Kaki

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:26 WIB

Heboh BEM Bersatu, FISIP Unas Bantah Keras: Kami Tak Punya BEM di Tingkat Fakultas

Heboh BEM Bersatu, FISIP Unas Bantah Keras: Kami Tak Punya BEM di Tingkat Fakultas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:18 WIB

Menanti Bukti Nyata UU PPRT: Hak 4,2 Juta PRT Masih Terganjal Aturan Pelaksana

Menanti Bukti Nyata UU PPRT: Hak 4,2 Juta PRT Masih Terganjal Aturan Pelaksana

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:07 WIB

Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:57 WIB

Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo

Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:51 WIB

Korban Hanania Travel Tembus 1.286 Orang, Kerugian Rp35 Miliar

Korban Hanania Travel Tembus 1.286 Orang, Kerugian Rp35 Miliar

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:37 WIB

Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto

Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:26 WIB

Harga BBM Naik, API Sebut Kehidupan Perempuan Kian Tercekik

Harga BBM Naik, API Sebut Kehidupan Perempuan Kian Tercekik

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:09 WIB

Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter

Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:06 WIB

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:26 WIB