Partai Pendukung Wajar Kritik Pemerintah, Tapi Ada Tata Caranya

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 11 April 2015 | 14:01 WIB
Partai Pendukung Wajar Kritik Pemerintah, Tapi Ada Tata Caranya
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Bali, Kamis (9/4/2015). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Peneliti senior pada Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, mengapresiasi kritikan dari partai pendukung terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Menurutnya, hal tersebut sangat penting, namun harus disertai dengan tata cara yang benar dan tersedia.

"Kritik terhadap pemerintah (baiknya) dilakukan secara internal. Misalnya (soal) swastanisasi di Australia yang bertentangan dengan Partai Buruh (di sana), hingga mereka melakukan pertemuan. Memang kritik itu penting, tetapi ada tata caranya. Jangan sampai menghinakan Presiden dan Wakil Presiden di hadapan publik, apalagi dibicarakan dalam kongres seperti itu," ungkap Ikrar, dalam acara diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).

Pernyataan Wakil Ketua Harian Asosiasi Ilmu Politik Indonesia tersebut merujuk pada pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kawasan Sanur, Bali, yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk selalu berkonsultasi dengan partai pendukung dalam membuat kebijakan. Menurut Ikrar, keberadaan kritik dari partai pendukung itu adalah agar Presiden maupun kadernya yang duduk di pemerintahan tidak keluar dari ideologi yang ada.

"Kritik terhadap pemerintah oleh (partai) pendukung itu sangat penting, dan dirasa perlu. Sebab, tidak semua yang dikeluarkan oleh Presiden itu sesuai dengan ideologi (partai). Dan fungsi kritik mereka di sini adalah agar kebijakan yang dikeluarkan Presiden bisa seusai dengan ideologi tersebut. Namun hal tersebut (baiknya) melalui pertemuan internal. Ada tata caranya," tegas salah seorang pendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu tersebut.

Sementara, menanggapi "kicauan" partai pendukung terhadap Presiden Jokowi tersebut, pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto, mengatakan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara dengan sistem presidensial, harusnya mengedepankan kebijakan Presiden daripada pihak-pihak lain. Menurutnya, keputusan Presiden adalah yang paling utama, sementara yang lainnya harus berada di belakang Presiden.

"Kalau sistem presidensial, berarti apa pun yang diputuskan Presiden harus terdepan, dan semua yang lainnya di belakang. Ini harus menjadi pelajaran bagi PDIP," tutur Nico.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembacaan Sikap Politik  Tutup Kongres PDI Perjuangan

Pembacaan Sikap Politik Tutup Kongres PDI Perjuangan

News | Sabtu, 11 April 2015 | 09:52 WIB

Isi  Lengkap Pidato Megawati yang Singgung Penumpang Gelap

Isi Lengkap Pidato Megawati yang Singgung Penumpang Gelap

News | Jum'at, 10 April 2015 | 20:27 WIB

Terkini

Bela Tambang Rakyat, DPR Papua Tengah Minta Papan Satgas PKH di KM 95 dan KM 102 Dicabut

Bela Tambang Rakyat, DPR Papua Tengah Minta Papan Satgas PKH di KM 95 dan KM 102 Dicabut

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Bukan Cuma Soal Teknologi Canggih, Ini yang Harus Disiapkan Dokter Sebelum Operasi Robotik

Bukan Cuma Soal Teknologi Canggih, Ini yang Harus Disiapkan Dokter Sebelum Operasi Robotik

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi

Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi

Jawa Tengah | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

×